![]() |
| Foto: Ilustrasi demensia (Getty Images/Filmstax) |
Memasuki usia lanjut, perubahan pada kesehatan fisik bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Lansia juga dapat mengalami perubahan pada kondisi mental dan emosional yang berpengaruh terhadap kualitas hidup, hubungan sosial, hingga kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari.
Mungkin, perubahan perilaku atau suasana hati pada lansia kerap dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan. Padahal, beberapa gejala dapat menjadi tanda adanya gangguan mental yang membutuhkan perhatian dan penanganan.
Depresi menjadi salah satu gangguan mental yang cukup sering ditemukan pada lansia. Namun, bukan hanya depresi, sejumlah kondisi lain seperti gangguan kecemasan, gangguan tidur, hingga skizofrenia juga dapat terjadi pada kelompok usia ini.
1. Depresi
Depresi merupakan masalah umum yang terjadi di kalangan lansia. Dikutip dari laman Healthline, kondisi ini merupakan gangguan mental serius yang bisa mengganggu kehidupan sehari-hari.
Depresi sangat umum terjadi pada orang yang memiliki masalah kesehatan lain. Penyakit kronis di usia lanjut, seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker, bisa meningkatkan risiko kondisi ini.
Pada lansia, gejala paling umum depresi meliputi:
- Merasa sedih atau mengalami perasaan hampa.
- Merasa putus asa, mudah tersinggung, cemas, atau bersalah tanpa alasan yang jelas.
- Tiba-tiba kehilangan minat atau kesenangan pada aktivitas yang sebelumnya disukai.
- Mudah lelah atau kekurangan energi.
- Mengalami kesulitan berkonsentrasi atau gangguan daya ingat.
- Mengalami sulit tidur atau justru tidur terlalu banyak.
- Nafsu makan meningkat atau menurun.
- Muncul pikiran untuk bunuh diri atau melakukan percobaan bunuh diri.
- Mengalami nyeri atau rasa tidak nyaman di tubuh.
- Sakit kepala.
- Kram atau nyeri pada perut.
- Mengalami gangguan pencernaan.
Ada berbagai macam pengobatan untuk depresi. Pilihan yang paling sering adalah dengan kombinasi pengobatan seperti Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs) Serotonin and Norepinephrine Reuptake Inhibitors (SNRIs) dan psikoterapi.
2. Anxiety
Kondisi kesehatan umum lainnya di kalangan lansia adalah anxiety atau gangguan kecemasan. WHO mencatat, sekitar 14 persen orang dewasa yang berusia 60 tahun ke atas hidup dengan kondisi kesehatan mental. Gangguan kecemasan mencakup sekitar 8 persen dari jumlah tersebut.
Gangguan kecemasan ini berbeda dari perasaan cemas atau gugup biasa. Gejalanya bisa bervariasi, tergantung pada individu dan jenis gangguannya. Namun, setiap gangguan biasanya melibatkan kekhawatiran atau ketakutan yang berlebihan dan terus-menerus dalam situasi yang sebenarnya tidak mengancam. Adapun gejala lainnya meliputi:
- Gelisah dan mudah tersinggung.
- Merasa cemas akan hal terburuk atau waspada terhadap tanda-tanda bahaya.
- Jantung berdebar kencang atau berpacu dan sesak napas.
- Tremor, kedutan, atau berkeringat.
- Sakit kepala, merasa kelelahan, atau insomnia.
- Sering buang air kecil, diare, atau sakit perut.
Studi tentang pengobatan dengan obat-onatan untuk gangguan kecemasan pada lansia masih minim. Tapi, antidepresan umumnya dianggap sebagai pengobatan lini pertama untuk gangguan kecemasan.
3. Gangguan Makan
Gangguan makan adalah kondisi kesehatan serius yang memengaruhi kesehatan fisik dan mental.
"Gangguan makan dapat memengaruhi orang dari segala usia, ukuran tubuh, jenis kelamin, orientasi seksual, ras, dan status sosial ekonomi," kata peneliti pascadoktoral di Pusat Keunggulan untuk Gangguan Makan di Fakultas Kedokteran UNC, Savannah Erwin, dikutip dari laman American Association of Retired Persons.
Bagi sebagian lansia, ini merupakan kelanjutan dari gangguan makan yang mereka alami sepanjang hidup mereka. Namun, yang lebih umum, kondisi tersebut adalah gangguan makan yang sudah lama terjadi dan dipicu oleh peristiwa yang menimbulkan stres, seperti kehilangan pasangan, anak-anak meninggalkan rumah, dan lainnya, atau kondisi kesehatan mental lain, seperti depresi atau kecemasan.
Gejala dari gangguan makan di antaranya:
- Sering melewatkan waktu makan atau camilan, serta mencari alasan untuk tidak makan.
- Menerapkan pola makan yang sangat terbatas tanpa anjuran dari tenaga medis yang terlatih.
- Terlalu berfokus pada makanan atau pola makan sehat, hingga menghindari kegiatan yang biasanya diikuti, seperti jamuan olahraga, -makan kue ulang tahun, atau makan di luar.
Beberapa pengobatan untuk gangguan makan di antaranya dengan psikoterapi, seperti cognitive behavioral therapy (CBT), obat obatan, seperti antidepresan, antipsikotik, dan konseling dengan ahli gizi.
4. Skizofrenia
Skizofrenia bisa dialami oleh usia muda maupun lansia. Dikutip dari jurnal yang diterbitkan dalam International Psychogeriatrics pada Januari 2024, jumlah lansia yang mengidap skizofrenia semakin meningkat.
Skizofrenia melibatkan berbagai masalah dalam cara seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku. Dikutip dari laman Mayo Clinic, berikut beberapa gejala yang mungkin terjadi:
- Delusi: Mempercayai hal-hal yang tidak nyata. Misalnya, pengidap skizofrenia dapat berpikir bahwa mereka sedang disakiti padahal sebenarnya tidak.
- Halusinasi: Kondisi ini biasanya berupa melihat atau mendengar sesuatu yang tidak dilihat atau didengar oleh orang lain.
- Pikiran dan ucapan yang tidak teratur: Gangguan pada pola pikir dapat membuat seseorang kesulitan menyampaikan sesuatu secara terstruktur.
- Perilaku motorik yang sangat tidak teratur atau tidak biasa: Kondisi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari perilaku kekanak-kanakan hingga gelisah tanpa alasan yang jelas.
- Gejala negatif: Pengidap skizofrenia dapat mengalami penurunan kemampuan dalam menjalani aktivitas sehari-hari dibandingkan sebelum mengalami penyakit tersebut. Misalnya, mereka mungkin tidak menjaga kebersihan diri, menghindari kontak mata, atau tidak menunjukkan emosi.
Skizofrenia biasanya diobati dengan kombinasi terapi bicara dan obat-obatan yang disesuaikan secara individual.
Cara Menjaga Kesehatan Mental Lansia
Dikutip dari laman Healthdirect, berikut cara meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan lansia:
- Mengonsumsi makanan sehat. Usahakan untuk mengonsumsi cukup dari lima kelompok makanan setiap hari, yaitu protein, sayuran, susu, buah, serta biji-bijian dan serial.
- Tidur yang cukup. Sebagian besar orang dewasa membutuhkan sekitar 7-9 jam tidur senap malam. Lansia biasanya membutuhkan jumlah tidur yang sama seperti yang mereka butuhkan di masa muda.
- Olahraga secara teratur, seperti berjalan, berenang, dan bersepeda.
- Luangkan waktu bersama teman dan keluarga
- Ikuti kegiatan yang menyenangkan dan menenangkan
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kenali Gangguan Mental pada Lansia: Depresi hingga Skizofrenia"
