Hagia Sophia

04 September 2026

Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla Capai Lebih dari 50 Ribu

Foto: REUTERS/Willy Kurniawan

Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mencapai 50.891 kasus secara kumulatif pada Juli hingga Agustus 2026. Data tersebut dihimpun Kementerian Kesehatan RI melalui sistem surveilans.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, dr Andi Saguni, mengatakan pemantauan dilakukan terutama sejak Juli ketika potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meningkat.

"Kasus ISPA sejak kami pantau terutama bulan Juli dan Agustus setelah ada potensi peningkatan kebakaran, asap kebakaran dari karhutla ini, itu terkumpul total kumulatif kasus ISPA sejak bulan Juli-Agustus ada sekitar 50.891 kasus. Kasus ISPA pada hari ini itu sebanyak 451. Dan data ini kita kumpulkan dari data sistem surveilans tersebut," katanya saat konferensi pers Update Penanganan Karhutla di Indonesia, Selasa (1/9/2026).

Dari total kasus tersebut, sebanyak 12.600 kasus terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun. Sementara itu, 38.291 kasus terjadi pada kelompok usia di atas lima tahun.

Meski begitu, lanjut Andi, peningkatan kasus ISPA tidak hanya terjadi di wilayah yang memiliki indeks standar pencemar udara (ISPU) tinggi atau menjadi lokasi karhutla.

"Terjadi bukan hanya pada tujuh provinsi atau kabupaten tertentu yang punya indeks ISPU yang tinggi, tetapi sebenarnya ini mencakup juga seluruh provinsi di Kalimantan," ujarnya.

Salah satu wilayah yang mengalami peningkatan kasus adalah Kalimantan Utara. Padahal, menurut Andi, karhutla di wilayah tersebut nyaris belum terjadi.

"Kebakaran hutan dan lahan di sana itu nyaris belum ada, tapi peningkatan kasus ISPA kalau kita lihat data surveilans itu meningkat," katanya.

Menurut Andi, kondisi tersebut dapat terjadi karena asap karhutla dapat terbawa angin ke wilayah lain sehingga meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

"Kenapa Kalimantan Utara bisa peningkatan kasus? Ya karena asap ini kan bertiup ke provinsi sebelahnya begitu sehingga menimbulkan risiko dan kejadian daripada ISPA ini," jelasnya.

Jika dibandingkan dengan data 2025, sistem surveilans Kemenkes menunjukkan adanya peningkatan kasus ISPA di seluruh provinsi di Kalimantan pada 2026. Andi menyebut terdapat 63 kabupaten/kota yang mengalami peningkatan kasus ISPA pada 2026.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla Tembus Lebih dari 50 Ribu"