Hagia Sophia

01 August 2022

Tiga Hari Usai Sembuh, Joe Biden Kembali Positif COVID-19

detikcom

Presiden Amerika Serikat Joe Biden kembali dinyatakan positif COVID pada Sabtu (30/7) lalu, tiga hari usai dinyatakan pulih dari infeksi tersebut. Biden kembali menjalani isolasi mandiri.

Dikutip dari Reuters, dokter kepresidenan mengatakan Biden mengalami kasus 'rebound', kondisi yang jarang terjadi pada pasien COVID penerima obat antivirus Paxlovid.

"Mengingat hasil positif rebound yang kami laporkan kemarin, kami melanjutkan pemantauan setiap hari. Pagi ini, tidak mengherankan, tes antigen SARS-CoV-2-nya tetap positif," kata dokter, Dr Kevin O'Connor, dalam memo yang disampaikan Gedung Putih.

31 July 2022

Update COVID-19: 31 Juli 2022 Kasus COVID-19 Bertambah 4.205 dan 10 Meninggal

istimewa

Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 4.205, Minggu (31/7/2022). Sementara itu, pasien sembuh bertambah 4.597 kasus, meninggal bertambah 10 kasus.

Detail perkembangan COVID-19, Minggu (31/7/2022):

  • Pasien positif bertambah 4.205, menjadi 6.207.098
  • Pasien sembuh bertambah 4.597, total sembuh menjadi 6.001.402
  • Kasus meninggal bertambah 10, total meninggal menjadi 156.993.

Tercatat ada sebanyak 48.703 kasus aktif, 74.639 spesimen yang diperiksa, dan 3.592 suspek yang diamati.

Berikut Data Kasus COVID-19 Seminggu Terakhir

detikcom

Indonesia mencatat 5.398 kasus baru COVID-19 hari ini, Sabtu (30/7/2022). Seiring itu, tercatat pasien sembuh sebanyak 4.268 dan pasien meninggal dunia bertambah 13 orang. Kasus aktif COVID-19 kini ada sebanyak 49.105 kasus.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito sempat menyorot jumlah kasus aktif COVID-19 di Indonesia yang mencapai 46 ribu pada Kamis (28/7/2022). Pasalnya, kondisi tersebut sudah lama tidak terjadi di Indonesia. Sementara hari ini, kasus aktif COVID-19 telah mencapai lebih dari 49 kasus.

30 July 2022

Update COVID-19: 30 Juli 2022 Kasus COVID-19 Bertambah 5.398 dan 13 Meninggal

istimewa

Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 5.398, Sabtu (30/7/2022). Sementara itu, pasien sembuh bertambah 4.268 kasus, meninggal bertambah 13 kasus.

Detail perkembangan COVID-19, Sabtu (30/7/2022):

  • Pasien positif bertambah 5.398 , menjadi 6.202.893
  • Pasien sembuh bertambah 4.268, total sembuh menjadi 5.996.805
  • Kasus meninggal bertambah 13, total meninggal menjadi 156.983.

Mungkinkah Stres Bisa Akibatkan Asam Lambung Naik?

detikcom

Asam lambung naik kerap kali dialami oleh banyak orang, bahkan bisa kambuh sewaktu-waktu. Hal ini dapat memberikan rasa ketidaknyamanan di perut, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Adapun penyebabnya bermacam-macam, salah satunya pola hidup yang tidak sehat. Lantas, apakah stres bisa menyebabkan asam lambung naik?

Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Brawijaya Depok, dr Aru Ariadno, SpPD KGEH, beberapa waktu lalu menjelaskan, salah satu penyebab asam lambung naik adalah stres. Kondisi ini bisa membuat dinding lambung lebih rentan terhadap asam, baik asam lambung maupun makanan yang mengandung asam.

Apabila sudah terjadi, sifat proteksi dinding lambung akan menurun dan mudah teriritasi.

29 July 2022

Update COVID-19: 29 Juli 2022 Kasus COVID-19 Bertambah 5.831 dan 13 Meninggal

istimewa

Indonesia mencatat 5.831 kasus baru COVID-19, Jumat (29/7/2022). Kasus sembuh hari ini tercatat ada sebanyak 4.485, dan pasien meninggal dunia akibat COVID-19 ada sebanyak 13.

Hari ini juga tercatat sebanyak 109.516 spesimen diperiksa, dengan jumlah suspek sebanyak 6.418. Total kasus aktif hari ini ada sebanyak 47.988, sedangkan jumlah kasus COVID-19 terkonfirmasi di Indonesia ada sebanyak 6.197.495.

Ciri-ciri Omicron BA.2.75 yang Muncul di Malam Hari

detikcom

Setelah maraknya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, kini dunia dikejutkan dengan kemunculan subvarian baru yang dinamakan BA.2.75 serta mendapat julukan 'Centaurus'. Ciri-ciri COVID-19 subvarian ini diyakini memiliki kemiripan dengan subvarian sebelumnya, yaitu BA.4 dan BA.5.

Subvarian ini pertama kali dilaporkan terjadi di India, dan kini subvarian tersebut telah menyebar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Hingga kini, belum diketahui seberapa bahaya subvarian ini, namun banyak dugaan yang mengatakan bahwa subvarian ini lebih mudah menular dibandingkan subvarian sebelumnya.