Hagia Sophia

02 November 2023

RS Indonesia di Gaza Terima Puluhan Jenazah Usai Israel Bombardir Kamp Pengungsian

Rumah Sakit Indonesia di jalur Gaza (Foto: Dok. MER-C)

Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Palestina dilaporkan menerima puluhan jenazah setelah Israel membombardir kamp pengungsian Jabalia pada Selasa (31/10/2023) malam. Rumah sakit tersebut juga dilaporkan kesulitan menghadapi banyaknya pasien yang terluka parah akibat pemboman israel.

Bahkan petugas medis menyiapkan ruang operasi di koridor karena ruang bedah utama penuh dengan pasien.

Berjuang dengan berkurangnya pasokan obat-obatan, pemadaman listrik, dan serangan udara atau artileri yang mengguncang gedung-gedung rumah sakit, para ahli bedah di Gaza bekerja siang dan malam untuk menyelamatkan pasien yang terus berdatangan.

"Kami memerlukan waktu satu jam karena kami tidak tahu kapan kami akan menerima pasien. Beberapa kali kami harus menyiapkan ruang bedah di koridor dan bahkan terkadang di ruang tunggu rumah sakit," kata dr Mohammed al-Jalankan, dikutip dari Reuters.

Lebih lanjut, ia juga menyebut pemboman yang terjadi menghancurkan Rumah Sakit Indonesia di dekat garis depan militer Israel yang masuk ke wilayah Palestina yang padat penduduknya, dan persediaan bahan bakar untuk generator menurut para dokter akan segera habis.

Tank-tank Israel telah memasuki Gaza, rumah bagi 2,3 juta orang, setelah tiga minggu pemboman intensif di seluruh distrik sebagai tanggapan atas serangan militan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.400 orang di Israel selatan dan menyandera 240 orang.

Otoritas Kesehatan Palestina mengatakan lebih dari 8.500 orang telah tewas dalam serangan Israel, termasuk 3.500 anak-anak.

"Ledakan hari Selasa di Jabalia, kamp pengungsi terbesar di Gaza, menewaskan 50 orang dan melukai 150 lainnya," kata Otoritas Kesehatan.

Para pejabat di Rumah Sakit Persahabatan Turki juga mengatakan pemboman semalam telah merusak bangsal perawatan pasien kanker.

"Pemboman tersebut menyebabkan kerusakan besar dan membuat beberapa sistem elektro-mekanis tidak berfungsi. Hal ini juga membahayakan nyawa pasien dan tim medis," kata Dr. Sobi Skaik, direktur rumah sakit, satu-satunya fasilitas pengobatan kanker di wilayah tersebut.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "RS Indonesia di Gaza Terima 'Antrean' Jenazah usai Israel Bom Kamp Pengungsi"