Hagia Sophia

31 December 2023

Infeksi Jamur yang Mematikan Tentara Israel Berpotensi Menyebar ke Warga Sipil

Tentara di Israel. (Foto: Reuters)

Sejumlah Israel dilaporkan meninggal terkena infeksi jamur mematikan, muncul kekhawatiran penularannya mulai menyebar ke masyarakat sipil. Kementerian Kesehatan Israel menyebut cedera serius yang dialami para tentara berdampak serius pada sistem kekebalan tubuh.

Otomatis mereka lebih berisiko tertular infeksi jamur mematikan.

"Ini adalah fenomena yang diketahui dunia medis dan juga terjadi pada kasus-kasus yang tidak berhubungan dengan cedera di medan perang. Dalam kasus cedera serius dan kompleks di lapangan, sumber penularannya bisa dari tanah, tapi ini bukan kejadian baru atau hanya terkait dengan Gaza," kata pernyataan itu, dikutip dari Times of Israel, Jumat (29/12/2023).

Laporan satu atau lebih tentara IDF yang terluka ditemukan mengalami infeksi parah membuat masyarakat khawatir tentang dampaknya terhadap pasukan darat lain, para sandera yang ditahan, dan kesehatan masyarakat Israel.

Prof Nadav Davidovitch, ahli epidemiologi yang mengepalai Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Ben-Gurion di Negev, mengatakan infeksi yang tidak dapat diobati bukanlah bahaya publik Israel.

Menurut Davidovitch, jenis infeksi resisten terhadap antimikroba yang dibawa tentara terluka dari Gaza pada umumnya bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Mereka meyakini, para tentara mengalami hal tersebut lantaran sistem kekebalan tubuh yang lemah.

"Kita berbicara tentang seorang tentara yang berada di lapangan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan dan kemudian terluka parah, misalnya, akibat ledakan yang mematahkan tulang dan kulitnya," kata Davidovitch.

"Jika dia berbaring di tanah yang terkontaminasi, mungkin karena kotoran, lukanya bisa terinfeksi. Kita melihat hal ini pada perang-perang sebelumnya. Ini bukan sesuatu yang baru," ujarnya.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Infeksi Jamur Mematikan Tentara Israel Disebut Berpotensi Menyebar ke Warga Sipil"