Hagia Sophia

07 March 2024

Kebiasaan yang Bisa Membuat Umur Panjang, Berdasarkan Orang yang Berusia 100 Tahun

Ilustrasi ulang tahun (Foto: iStock)

Ada anggapan bahwa faktor keturunan berperan dalam kesehatan dan umur panjang seseorang. Padahal, menurut penelitian, genetika hanya menyumbang 25 persen variasi jangka hidup manusia.

Sekitar 75 persen sisanya dipengaruhi 'takdir', lingkungan, dan kebiasaan kesehatan yang baik. Dikutip dari laman Best Life, penelitian terhadap orang berusia 100 tahun atau centenarian mengungkap kebiasaan yang paling umum dilakukan oleh mereka sehingga memberikan lebih banyak orang pandangan yang diperlukan untuk hidup yang lebih lama, bebas dari penyakit, dan kecacatan.

Menurut penelitian, seseorang tidak dapat mengendalikan segalanya terkait kesehatan, namun membuat pilihan yang baik setiap hari dapat membantu mengubah hal-hal yang menguntungkan. Berikut enam kebiasaan sehari-hari yang dapat membantu mendapat umur panjang dengan kesehatan yang baik.

1. Olahraga
Penelitian mengatakan melakukan aktivitas fisik secara teratur merupakan 'kunci' penentu umur panjang dan orang yang hidup hingga usia 100 tahun biasanya terus bergerak tanpa memandang usia mereka.

"Aktivitas fisik mengurangi banyak faktor risiko kematian utama termasuk hipertensi arteri, diabetes mellitus tipe 2, dislipidemia, penyakit jantung koroner, stroke, dan kanker," jelas meta-analisis tahun 2012 yang diterbitkan dalam Journal of Aging Research, dikutip dari Best Life.

Analisis tersebut, yang mengamati hasil 13 penelitian tentang hubungan antara aktivitas fisik dan kematian, menemukan bahwa mereka yang aktif secara fisik mengurangi risiko kematian akibat sebab apa pun sekitar 30 hingga 35 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif.

"Untuk mereka yang aktif, hal ini berarti tambahan tujuh tahun kehidupan," tulis para peneliti.

Penelitian terbaru juga menambahkan bahwa peningkatan kecil dalam aktivitas fisik, misalnya menambahkan lebih banyak jalan kaki setiap hari, dapat berdampak besar pada kesehatan dan umur panjang. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan untuk melakukan olahraga intensitas sedang minimal 150 menit per minggu, meskipun melakukan lebih banyak hanya akan meningkatkan manfaatnya.

2. Tetap Terhubung dengan Komunitas
Menjalin hubungan sosial dan terhubung dengan orang lain ternyata termasuk salah satu kunci mendapat umur panjang lho. Seorang penulis perjalanan dan penduduk asli Connecticut, Samantha Shea, membagikan pengalamannya yang sempat tinggal di wilayah Pakistan Utara sejak 2021. Ketika di sana, ia memuji ikatan komunitas yang kaya di desa negara tersebut yang menyebabkan kesehatan penduduknya lebih baik dan umur yang lebih panjang.

Banyak penelitian yang menguatkan bahwa keterhubungan sosial dapat memberikan dampak yang luar biasa pada rentang hidup kita.

"Lingkungan dan desa-desa terjalin erat, dan masyarakat Hunza saling menjaga satu sama lain, terutama warga lanjut usia. Rumah jompo tidak ada di sini. Para tetua sangat dihormati dan diperhatikan oleh keluarga mereka," tulis Shea untuk CNBC.

"Setelah tinggal di sini selama dua tahun terakhir, dengan senang hati saya dapat mengatakan bahwa saya tidak pernah mendapat kehormatan untuk merasakan masyarakat kolektif seperti ini," lanjutnya.

3. Menghindari Makanan Olahan
Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine mengungkapkan, mereka yang memperbaiki pola makan, bahkan pada usia paruh baya atau lebih dapat menambah umur lebih dari satu dekade.

Faktanya, penelitian tersebut menemukan perbaikan pola makan sebesar 20 persen dikaitkan dengan penurunan angka kematian sebesar 14 persen. Untuk mendapatkan manfaat-manfaatnya, usahakan untuk menambahkan lebih banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, lemak sehat, dan protein tanpa lemak sambil meminimalkan tambahan garam, gula, dan bahan-bahan pengawet.

4. Mengurangi Produk Hewani dalam Pola Makan
Studi mengenai Blue Zones, wilayah-wilayah di dunia yang memiliki jumlah centeranian lebih tinggi dari rata-rata, menunjukkan bahwa meminimalisasi asupan daging dapat membantu hidup usia panjang.

Para centenarian di Blue Zone makan sekitar dua ons atau lebih sedikit daging sekitar lima kali per bulan. Sebagian besar mengonsumsi lebih sedikit produk susu dibandingkan populasi umum.

"Orang-orang di empat dari lima zona biru mengonsumsi daging, namun mereka melakukannya dengan hemat, menggunakannya sebagai makanan perayaan, makanan sampingan, atau cara untuk membumbui hidangan," catat para ahli Blue Zone. Pola makan mereka sekitar 95 persen nabati.

5. Menjaga Tingkat Stres Tetap Rendah
Menjaga sikap positif dan tingkat stres yang rendah juga berpengaruh terhadap umur panjang di antara orang-orang yang hidup sampai usia 100 tahun.

"Terlepas dari kenyataan bahwa orang-orang berusia seratus tahun rentan terhadap stres kronis karena hilangnya kemandirian secara progresif, lebih dari separuh orang berusia seratus tahun di negara kita tidak mengalami depresi dan memiliki sifat kecemasan yang rendah: mereka menunjukkan kecenderungan emosional untuk bereaksi dengan kecemasan yang rendah. Intensitas hingga kondisi stres," jelas sebuah penelitian di Archives of Gerontology and Geriatrics.

"Kondisi fisik mereka yang baik dapat dijelaskan oleh watak karakter positif dan kemampuan beradaptasi yang kuat terhadap kesulitan hidup," lanjut keterangan penelitian tersebut.

6. Paling Penting, Tidak Merokok!
"Merokok jelas dikaitkan dengan penyebab kematian paling umum pada lansia dan berkontribusi pada tingginya angka kematian dan kecacatan terkait dengan banyak penyakit kronis yang umum terjadi pada kelompok usia ini," jelas sebuah penelitian tentang kebiasaan merokok para lansia berusia 100 tahun.

Penelitian itu menemukan 83,8 persen orang yang hidup hingga usia 100 tahun tidak pernah merokok. "Kombinasi merokok dan faktor risiko lain seperti hipertensi dan diabetes meningkatkan frekuensi penyakit yang tinggi, dan kecacatan serta menambah peningkatan angka kematian," ujarnya.

Di antara 17 persen sisanya yang berusia 100 tahun, 13,5 persen diidentifikasi sebagai mantan perokok. Hanya 2,7 persen orang yang hidup sampai 100 tahun adalah perokok aktif, demikian temuan studi tersebut.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "6 Kebiasaan yang Bikin Panjang Umur, Berkaca dari Pengalaman Orang Berusia 100 Tahun"