![]() |
| Erling Haaland punya kegemaran unik, makan jeroan. Foto: IMAGN IMAGES via Reuters/Winslow Townson |
Pola makan para atlet dunia sering menjadi sorotan. Salah satu yang menarik perhatian adalah kebiasaan pemain sepak bola asal Norwegia, Erling Haaland, yang mengonsumsi jeroan seperti hati dan jantung sapi sebagai bagian dari menu hariannya.
Dalam dokumenter Haaland: The Big Decision, Haaland mengungkapkan bahwa pilihan makan tersebut merupakan bagian dari upayanya menjaga kondisi tubuh.
"Kalian mungkin tidak makan ini, tetapi saya sangat peduli untuk menjaga tubuh saya," ujar penyerang yang juga bermain untuk Manchester City tersebut.
"Saya rasa makan makanan berkualitas dengan bahan yang berasal sedekat mungkin dari tempat tinggal adalah hal yang paling penting. Banyak yang mengatakan daging itu tidak baik, tetapi daging yang mana? Daging yang dibeli di restoran? atau sapi lokal yang memakan rumput di sana? Saya makan jantung dan hati," lanjutnya.
Jeroan yang selama ini kerap dipandang tidak sehat bagi tubuh ternyata menyimpan nutrisi yang cukup lengkap. Namun, mengikuti kebiasaan makan atlet profesional perlu disertai pemahaman mengenai kebutuhan tubuh masing-masing. Di balik manfaatnya yang besar, jeroan juga memiliki sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar tetap aman dikonsumsi.
![]() |
| Kira-kira Erling Haaland doyan soto babat juga nggak ya? Foto: Getty Images/112233 |
Jantung dan Hati Sapi, Jeroan Kaya Protein Pilihan Haaland
Jeroan yang dikonsumsi Haaland bukan sembarang organ, melainkan jantung dan hati sapi. Keduanya dikenal memiliki kandungan protein tinggi serta menyimpan berbagai vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh.
Berdasarkan data USDA FoodData Central, setiap 100 gram jantung sapi mengandung:
- Energi 165 kkal
- Protein 28,5 gram
- Lemak 4,7 gram
- Karbohidrat 0,15 gram.
Kandungan protein yang tinggi menjadikan jantung sapi sebagai salah satu sumber protein hewani yang cukup tinggi.
Sementara itu, menurut Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), setiap 100 gram hati sapi mengandung:
- Energi 132 kkal
- Protein 19,7 gram
- Lemak 3,2 gram, dan
- Karbohidrat 6 gram.
Hati sapi juga dikenal sebagai salah satu sumber mikronutrien yang sangat kaya, terutama zat besi, vitamin B12, vitamin A, folat, dan tembaga.
Kandungan protein pada jantung dan hati sapi berperan dalam pembentukan serta perbaikan jaringan tubuh, termasuk otot yang mengalami tekanan setelah aktivitas fisik dan latihan. Selain itu, zat besi dan vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah yang membantu proses pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh.
Bermanfaat, tetapi Jangan Konsumsi Berlebihan
Jantung dan hati sapi memang menawarkan kandungan gizi yang mengesankan, mulai dari protein berkualitas tinggi hingga vitamin dan mineral penting. Namun, pola makan atlet profesional seperti Haaland tidak bisa diikuti begitu saja tanpa memperhatikan jumlah konsumsinya.
Meski kaya nutrisi, jeroan juga mengandung kolesterol dan purin yang cukup tinggi. Terutama pada hati sapi, kandungan vitamin A yang sangat tinggi juga perlu menjadi perhatian karena asupan berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan penumpukan vitamin A di dalam tubuh dan menimbulkan gangguan kesehatan.
Hingga saat ini belum ada batas konsumsi jeroan harian yang berlaku secara umum. Namun, karena kandungan kolesterol dan vitamin A yang tinggi, jeroan sebaiknya tidak menjadi menu konsumsi setiap hari. Sebagai panduan praktis, konsumsi 1-2 porsi kecil jeroan dalam satu kali makan dan dibatasi sekitar 1 hingga 2 kali dalam seminggu dengan pola makan seimbang.
Bagi yang tertarik mencoba kebiasaan Haaland mengonsumsi jantung dan hati sapi, kuncinya bukan memperbanyak jumlah jeroan, melainkan menempatkannya sebagai salah satu variasi sumber protein di antara ikan, ayam, telur, dan sumber protein lainnya.
Perhatian lebih perlu diberikan bagi yang memiliki kadar asam urat tinggi, gangguan metabolisme kolesterol tertentu, atau kondisi kesehatan yang memerlukan pembatasan asupan lemak dan purin. Dalam kondisi tersebut, jumlah konsumsi jeroan mungkin perlu disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kok Bisa Erling Haaland Doyan Banget Makan Jeroan, Nggak Takut Asam Urat?"

