![]() |
| Ilustrasi. (Foto: Getty Images/fizkes) |
Sebuah laporan mengungkapkan kesepian atau isolasi sosial dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung hingga stroke. Tim penyusun laporan dari American Heart Association mengungkapkan selama lebih dari empat dekade penelitian, tampak jelas keterkaitan antara isolasi sosial dan kesepian terhadap dampak kesehatan yang besar.
"Mengingat tingginya prevalensi keterputusan sosial di seluruh Amerika Serikat, dampaknya terhadap kesehatan masyarakat sangat signifikan," kata ketua tim penyusun laporan, Crystal Wiley Cene, dikutip dari Heartorg, Sabtu (20/6/2026).
Dalam laporan tersebut, isolasi sosial didefinisikan sebagai kondisi ketika seseorang memiliki sangat sedikit kontak sosial secara langsung. Sementara itu, kesepian terjadi ketika seseorang merasa dirinya terisolasi sehingga menimbulkan perasaan tertekan.
Salah satu temuan yang menarik menunjukkan justru orang dewasa muda 18-22 tahun kini dianggap menjadi generasi yang paling kesepian, bukan orang tua yang pensiun atau kehilangan pasangan. Orang dewasa muda lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial dan lebih sedikit melakukan aktivitas tatap muka dibanding generasi sebelumnya.
Data juga menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 beberapa waktu silam memperburuk kondisi ini, terutama di kalangan orang dewasa muda.
"Ada bukti kuat yang menghubungkan isolasi sosial dan kesepian dengan meningkatnya risiko kesehatan jantung dan otak yang buruk secara umum. Namun, data mengenai kaitannya dengan beberapa kondisi tertentu, seperti gagal jantung, demensia, dan gangguan kognitif, masih terbatas," ujar Cene.
Hasil temuan mereka menemukan isolasi sosial dan kesepian memiliki keterkaitan dengan peningkatan risiko serangan jantung atau kematian akibat penyakit jantung sebesar 29 persen. Sementara itu, peningkatan risiko stroke terjadi sebesar 32 persen.
Cene menambahkan isolasi sosial dan kesepian juga membuat prognosis menjadi lebih buruk.
Orang yang mengalami isolasi sosial atau kesepian juga cenderung menjalani perilaku yang dapat semakin merusak kesehatan jantung dan otak, seperti:
- Mengonsumsi lebih sedikit buah dan sayuran.
- Kurang melakukan aktivitas fisik.
- Terlalu banyak duduk atau menjalani gaya hidup sedentari.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Terbukti Lewat Riset, Orang yang Kesepian Lebih Rentan Kena Serangan Jantung"
