![]() |
| Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/npstockphoto) |
Pilot maskapai Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman (39), ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) atas dugaan penyelundupan narkoba berupa 26 kg ekstasi.
Tidak hanya menyelundupkan, pilot tersebut disebut menerbangkan pesawat dalam kondisi memakai narkoba.
"Jadi, pada saat terbang itu sedang memakai (narkoba)," kata Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, kepada wartawan, Minggu (2/8/2026).
"Dari hasil pemeriksaan tes urine, ternyata positif memakai sabu, ineks, dan kokain," lanjutnya.
Atas kejadian ini, maskapai Malaysia Airlines menyatakan akan kooperatif dengan otoritas Indonesia sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Bahaya Narkotika Sabu
Metamfetamin, yang lebih dikenal sebagai sabu, adalah narkotika yang sangat berbahaya dan memiliki dampak buruk yang serius terhadap kesehatan fisik, mental, dan kehidupan sosial penggunanya.
Dikutip dari laman Badan Narkotika Nasional (BNN), sabu dapat memberikan kerusakan pada sistem saraf pusat seperti merusak sel-sel otak terutama yang berhubungan dengan dopamin, neurotransmitter yang mengatur suasana hati, motivasi, dan kesenangan.
Sabu juga dapat menurunkan fungsi kardiovaskular, seperti meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, yang dapat menyebabkan berbagai masalah kardiovaskular, termasuk serangan jantung, stroke, dan gagal jantung.
Ada pula kerusakan gigi dan mulut, seperti membuat mulut kering dan gusi meradang. Nafsu makan juga akan terganggu, sehingga bisa menyebabkan malnutrisi dan penurunan berat badan.
Selain fisik, sabu juga dapat menyebabkan psikosis, termasuk halusinasi, delusi, dan paranoia. Pengguna sering merasa dikejar atau diancam oleh orang lain, yang dapat memicu perilaku agresif atau kekerasan.
Sabu dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, termasuk masalah memori, kesulitan berkonsentrasi, dan penurunan kemampuan untuk membuat keputusan.
Bahaya Kokain
Dikutip dari Cleveland Clinic, kokain adalah obat stimulan yang sangat adiktif. Penggunaannya meningkatkan risiko kondisi medis serius dan terkadang mengancam jiwa.
Ketika seseorang mengonsumsi kokain, tekanan darah mereka meningkat dan detak jantung mereka berpacu. Penggunaan kokain membawa banyak risiko. Risiko yang paling serius meliputi:
- Penggunaan kokain dapat mengancam jiwa melalui overdosis obat.
- Penggunaan kokain dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan serius seperti serangan jantung, stroke, dan HIV/AIDS.
- Gangguan penggunaan kokain dapat mengganggu dan menghancurkan hubungan pribadi.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Bahaya Sabu-Kokain, Dipakai Pilot Malaysia saat Terbangkan Pesawat ke Jakarta"
