![]() |
| Foto: Antara Foto/Andri Saputra |
Dinas Kesehatan Kota Semarang melaporkan sebanyak 707 orang, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru SMK Negeri 6 Semarang, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi MBG pada Jumat (31/7). Mayoritas korban mengalami pusing, mual, muntah, dan diare.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyambangi langsung para korban insiden keamanan pangan yang diduga berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang, yakni di RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum, Sabtu (1/8).
"Jadi ini saya kunjungan ke Semarang merespons dari laporan adanya keracunan dari SMK Negeri 6 Semarang ya. Jadi ada sekitar 700an sekian, kemudian sebagian itu kemudian ada yang mual, ada yang buang air dan seterusnya," imbuhnya.
"Dari sekitar 700an itu yang dirawat, yang dirawat 13. Ada yang di rumah sakit, ada yang di puskesmas. Alhamdulillah tadi sudah kita tengok kondisinya sudah baik," ungkap Sudaryono atau akrab disapa Mas Dar.
Berdasarkan hasil investigasi awal, BGN menduga insiden dipicu oleh beberapa bahan makanan yang masih dalam proses pemeriksaan laboratorium, serta waktu memasak yang dilakukan terlalu dini sebelum makanan didistribusikan.
Sejauh ini, investigasi awal mengarah pada beberapa bahan makanan, di antaranya daun singkong dan bumbu rendang. Bahan-bahan tersebut saat ini masih diperiksa di laboratorium oleh Dinas Kesehatan.
"Kita butuh waktu paling tidak ya 7 hari, 5 hari kerja begitu untuk sampai dengan hasilnya. Kemudian kita bisa lihat hasil lab-nya. Tapi sejauh ini investigasi kita sejauh ini adalah dari bahan-bahan itu dan diduga memasaknya jauh lebih awal," lanjut Mas Dar.
BGN Langsung Suspend SPPG Penyebab Insiden
Sudaryono memastikan bahwa pihaknya telah menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian sementara (suspend) kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi yang melayani para penerima manfaat tersebut.
"Jadi dapurnya di-suspend (sambil) menunggu (hasil) investigasi. Jadi kemudian SPPG-nya juga kita beri surat peringatan. Jadi di-suspend ini kan ada mitra, ada yayasan, ada SPPG, ada yang di situ kita beri sanksi termasuk Korcam dan ke atas ini kami beri peringatan," tegasnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "707 Orang Diduga Keracunan MBG di Semarang, Bahan Makanan Ini Diselidiki"
