Hagia Sophia

19 September 2026

Apakah Anak Krakatau Dapat Alami Letusan Dahsyat Mirip Peristiwa Krakatau 1883?

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada 2018. Foto: dok. Susi Air

Anak Krakatau tetap memiliki kemungkinan mengalami erupsi besar dalam evolusi jangka panjangnya. Namun, penelitian awal Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan gunung api tersebut saat ini masih berada cukup jauh dari fase yang dapat menghasilkan caldera-forming eruption atau letusan pembentuk kaldera.

Hal tersebut disampaikan Dr Aditya Pratama dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN dalam pemaparannya mengenai perkembangan sistem magma Krakatau di webinar bertajuk 'Karakteristik Vulkanik Gunung Api Krakatau: Sistem Magmatik, Sejarah Evolusi, dan Pemantauan Tsunami Real-time', Senin (14/9/2026).

Ini Kata Menkes Terkait Lanjutan Suntikan Dana untuk BPJS Kesehatan

Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan pemerintah berencana menyuntikkan dana Rp 20 triliun untuk BPJS Kesehatan lantaran diperlukan untuk mengatasi persoalan arus kas BPJS yang semakin mendesak.

Ia mengatakan langkah tersebut harus dilakukan dengan cepat untuk mencegah BPJS Kesehatan mengalami keterlambatan dalam membayar rumah sakit.

BPJS Kesehatan Siapkan Aturan Baru Berbasis Manfaat atau 'Value Based'

Foto: Nafilah Sri Sagita/detikHealth

BPJS Kesehatan mendorong perubahan pola pelayanan kesehatan dari yang berbasis volume (volume based) menjadi berbasis manfaat atau hasil layanan (value based). Perubahan ini dinilai penting untuk menjaga efisiensi pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus memastikan pasien mendapatkan layanan sesuai kebutuhan medis.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan sistem pembayaran layanan kesehatan saat ini masih memiliki kecenderungan mendorong peningkatan volume pelayanan. Menurutnya, semakin banyak layanan yang diberikan, semakin besar pula pembayaran yang diterima fasilitas kesehatan.

Komentar PERDOSKI Terkait Skin Booster 'Kulit Mayat' ala Korea

Foto: Ilustrasi skin booster (Getty Images/Nenad Cavoski)

Jagat media sosial belakangan ini dihebohkan oleh tren perawatan kecantikan terbaru asal Korea Selatan, yakni skin booster yang disebut-sebut terbuat dari bahan "kulit mayat" dan diklaim dapat bertahan 6 sampai 12 bulan.

Merespons maraknya kesimpangsiuran informasi tersebut, Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) memberikan penjelasan medis secara resmi.

Respons BPJS Kesehatan Tentang Wacana Penghapusan Tunggakan Iuran JKN

Foto: Nafilah/detikHealth

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito merespons wacana penghapusan tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dia menyebut BPJS Kesehatan masih melakukan advokasi kepada pemerintah terkait kebijakan tersebut.

Prihati mengatakan penghapusan tunggakan iuran berpotensi membantu BPJS Kesehatan, meningkatkan jumlah peserta aktif. Hal ini berkaitan dengan target pemerintah untuk meningkatkan cakupan peserta aktif JKN.

Antara Bumbu Kacang dan 'Salad Dressing', Mana Kalori yang Lebih Besar?

Foto: iStock

Makanan sehat seperti pecel maupun salad sayur, sering dijadikan pilihan utama saat seseorang sedang menjalani program diet. Tetapi, sebagian merasa tidak ada perubahan setelah rutin mengonsumsinya, bahkan gagal diet.

Hal itu terjadi akibat tidak menyadari lonjakan kalori dari saus pelengkap atau dressing yang digunakan. Lantas, di antara bumbu kacang dan saus Thousand Island, mana yang memiliki kandungan kalori lebih besar?

Penerima MBG Diduga Hilang Ingatan, Menkes Kerahkan Tim Ahli dari RSCM

Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah mengumpulkan tim ahli di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menangani siswi asal Karo, Sumatera Utara, yang diduga menjadi korban program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menkes menjelaskan tim ahli yang dikumpulkan, yaitu dokter spesialis anak, ahli neurologi, psikiater anak, dan ahli penyakit dalam.

Jari Balita Terpotong Ketika Nakes Lepas Infus, RS Minta Maaf

Foto: Ilustrasi anak sakit (Getty Images/pigprox)

Sebuah rumah sakit di Thailand, Loengnoktha Crown Prince meminta maaf setelah seorang balita mengalami cedera serius saat menjalani prosedur pelepasan selang infus. Sebagian jari telunjuk kanan anak tersebut ikut terpotong ketika asisten perawat memotong perban dengan gunting.

Dalam pesan yang diunggah di halaman Facebook, rumah sakit tersebut menyatakan bahwa balita berusia satu tahun tersebut dirawat karena infeksi pernapasan dan pencernaan pada 2 September 2026. Anak tersebut pulih dan dipulangkan pada Jumat, 11 September 2026.

Skin Booster dengan Jaringan Kulit Mayat Tengah Ramai Diperbincangkan

Foto: Ilustrasi skin booster (Getty Images/Dobrila Vignjevic)

Skin booster yang disebut menggunakan bahan dari tubuh orang yang telah meninggal dunia tengah ramai diperbincangkan. Perawatan tersebut diketahui merujuk pada Elravie Re2O, produk injeksi anti-aging asal Korea Selatan yang menggunakan jaringan kulit manusia dari donor yang telah meninggal dunia.

Dikutip dari laman Metro, secara sederhana, mantan dokter unit gawat darurat yang kini menjadi praktisi estetika, Dr Taylor-Davies menjelaskan bahwa bahan tersebut berasal dari jaringan kulit donor yang telah meninggal dunia dan telah memberikan persetujuan untuk penggunaan jaringannya.

Beberapa Buah dan Sayur yang Paling Terkontaminasi Pestisida

Foto: Ilustrasi buah dan sayur (Getty Images/Jay_Zynism)

Buah dan sayuran dikenal sebagai bagian penting dari pola makan sehat. Namun, sejumlah jenis buah dan sayur ternyata lebih sering ditemukan memiliki residu pestisida dibandingkan lainnya.

Environmental Working Group (EWG) setiap tahun merilis daftar Dirty Dozen, yang menyoroti berbagai jenis buah dan sayuran dengan tingkat paparan pestisida paling tinggi berdasarkan hasil pengujian terbaru. Daftar tahun 2026 ini dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam memilih bahan makanan, termasuk kapan sebaiknya mempertimbangkan produk organik.

Kebiasaan Sehari-hari yang Memicu Kolesterol Melonjak

Foto ilustrasi: Getty Images/Mohammed Haneefa Nizamudeen

Kolesterol sejatinya memegang peranan penting dalam berbagai fungsi vital tubuh. Mulai dari pembentuk membran sel, hingga membantu produksi hormon, vitamin D, dan asam empedu untuk mencerna serta menyerap lemak dari makanan.

Namun, kadar kolesterol jahat atau Low-Density Lipoprotein (LDL) yang terlampau tinggi, dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah arteri dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Defisit Kalori Malah Susah BAB? Ini Penjelasan Dokter Gizi

ilustrasi (Foto: Getty Images/EyeEm Mobile GmbH)

Menjalani diet defisit kalori tidak berarti cukup dengan mengurangi jumlah atau porsi makanan. Komposisi makanan yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Jika terlalu banyak membatasi jenis makanan, masalah seperti sulit buang air besar (BAB) bisa muncul, kenapa bisa begitu?

Dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK menjelaskan kondisi tersebut dapat terjadi ketika defisit kalori dilakukan tanpa memperhatikan asupan serat dan cairan.

Minum Susu pada Malam Hari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak?

Minum susu malam hari bikin tidur nyenyak? Foto: Getty Images/yipengge

Minum susu sebelum tidur sudah lama dipercaya dapat membuat tidur terasa lebih nyenyak.

Anggapan tersebut ternyata memiliki dasar ilmiah. Sejumlah studi terbaru menunjukkan kandungan yang ada di dalam susu berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih baik.