![]() |
| Ilustrasi operasi. Foto: iStock |
Mendengar buah hati harus segera menjalani operasi usus buntu tentu menjadi momen yang mendebarkan bagi setiap orang tua.
Berbagai pertanyaan pasti berkecamuk di kepala, dan salah satu yang paling sering ditanyakan adalah berapa lama anak membutuhkan waktu untuk pulih setelah operasi dan bisa kembali beraktivitas?
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Himawan Aulia Rahman, SpA, Subsp.G.H.(K) mengatakan proses penyembuhan ini sangat bergantung pada tingkat keparahan radang yang dialami anak serta teknik operasi yang dilakukan oleh tim medis.
"Lama pemulihan ini lebih ke arah teknis, ya. Tergantung apakah itu usus buntu yang sederhana ataupun usus buntu yang kompleks (ada komplikasi), dan juga tergantung dari teknik operasi yang digunakan," jelas dr Himawan dalam konferensi pers daring, Selasa (1/9/2026).
Bagi orang tua yang sedang mendampingi si kecil dalam proses pemulihan pasca operasi usus buntu, berikut adalah penjelasan mengenai faktor-faktor yang menentukan seberapa cepat anak bisa kembali pulih.
1. Teknik Operasi: Laparoskopi vs. Operasi Terbuka
Saat ini, dunia medis memiliki dua teknik utama untuk mengangkat usus buntu, yaitu operasi terbuka konvensional dan bedah invasif minimal (laparoskopi). Pemilihan teknik sangat memengaruhi kecepatan penyembuhan luka si kecil.
"Sekarang ini bermacam-macam, ada teknik operasi terbuka di mana dokter bedah melakukan sayatan yang agak lebar. Ada juga teknik operasi dengan sayatan kecil atau istilahnya penggunaan laparoskopi," ujarnya.
Ia juga menambahkan, "Tentu kalau sayatannya lebih kecil, penyembuhannya juga akan lebih cepat secara teori. Kalau usus buntunya sederhana dan menggunakan laparoskopi, waktu pemulihannya bisa lebih cepat. Mungkin 2 sampai 3 hari dari sejak operasi sudah cukup dan anak bisa langsung pulang karena lukanya kecil.".
Namun, dr Himawan juga memberikan catatan, laparoskopi membutuhkan keahlian khusus dari dokter bedah untuk menemukan lokasi usus buntu tanpa melihatnya secara langsung pada operasi terbuka.
Jika anak menjalani operasi terbuka, waktu pemulihan di rumah sakit biasanya memakan waktu sedikit lebih lama, yakni sekitar 5 hari.
2. Tingkat Keparahan: Sederhana vs. Kompleks
Kondisi usus buntu saat anak dioperasi menjadi faktor penentu paling krusial. Jika operasi dilakukan sebelum usus buntu pecah, penyembuhan akan berjalan cepat.
Namun, ceritanya akan berbeda jika usus buntu anak sudah dalam tahap komplikasi.
"Kalau radang usus buntunya itu kompleks, misalnya usus buntunya sudah bocor dan terjadi infeksi yang meluas ke daerah sekitarnya, maka luka operasinya perlu diperlebar lagi," lanjutnya.
"Dokter bedah harus membersihkan atau mencuci daerah yang terkena nanah dari usus buntu tersebut. Nah, kalau seperti itu, pemulihannya bisa lebih dari 1 minggu," terang dr Himawan.
3. Kondisi Terberat: Perlunya Mengistirahatkan Usus
Dalam beberapa kasus yang terlambat ditangani, kondisinya bisa menjadi jauh lebih berat. Jika infeksi sudah menyebabkan kerusakan parah pada jaringan usus, dokter harus mengambil tindakan ekstra untuk menyelamatkan anak.
"Ada kasus yang lebih berat lagi, kalau sampai ada usus yang sudah mati, ususnya perlu dipotong dan diistirahatkan dulu. Dokter bedah akan melakukan pembentukan lubang keluar kotoran dari usus halusnya. Nah itu pemulihannya lebih lama lagi, bisa lebih dari 1 minggu atau mungkin 2 minggu," lanjutnya.
4. Kecepatan Orang Tua Membawa Anak ke RS Adalah Kuncinya
Sebagai penutup, dr Himawan memberikan pesan penting bagi para orang tua. Kunci dari cepatnya masa pemulihan anak setelah operasi usus buntu terletak pada seberapa responsif orang tua dalam mengenai gejala awal dan mencari pertolongan medis.
"Lama pemulihan itu tergantung seberapa berat usus buntu itu terjadi. Dan seberapa berat usus buntu itu, sangat tergantung pada seberapa cepat anak tersebut dibawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan," katanya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Operasi Usus Buntu Butuh Pemulihan Berapa Lama? Ini Kata Ahlinya"
