![]() |
| Foto: Ilustrasi abu vulkanik (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas) |
Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya perlu diwaspadai karena dapat mengganggu sistem pernapasan. Partikel-partikel yang terkandung di dalamnya juga dapat berdampak pada kesehatan pembuluh darah.
Spesialis jantung dan pembuluh darah dr Vito A. Damay, SpJP (K), FIHA, FAsCC, FICA, mengingatkan bahwa abu vulkanik tidak sama dengan debu biasa. Dengan demikian, masyarakat perlu berhati-hati.
"Dia membuat kerusakan, injury, inflamasi atau peradangan pada pembuluh darah," ujar dr Vito dari unggahan akun Instagram-nya, dikutip atas izin yang bersangkutan, Minggu (6/9/2026).
Menurutnya, kondisi ini penting diperhatikan karena serangan jantung maupun stroke pada dasarnya berkaitan dengan masalah pada pembuluh darah.
"Dan ingat, kalau namanya serangan jantung atau stroke itu sebenarnya adalah masalah pembuluh darah," lanjutnya.
Karena itu, masyarakat di wilayah yang terdampak atau berpotensi terpapar abu vulkanik dianjurkan melakukan langkah perlindungan untuk mengurangi paparan. Penggunaan filter udara dapat dipertimbangkan untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
"Usahakan untuk aktivitas dalam rumah dengan filter udara, Kalau perlu keluar rumah, tentunya pakai masker, kalau perlu pakai masker N95," pesannya.
Dokter menyarankan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Selain itu, masyarakat perlu berhati-hati ketika membersihkan abu vulkanik yang menempel di lingkungan sekitar.
"Hindari aktivitas berat terutama di luar rumah. Ketika membersihkan abu, bersihkan dengan hati-hati, sedikit dibasahi, dan pakai pelindung mata. Juga pakai masker. Stay safe semuanya," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Hati-hati, Dokter Jantung Ingatkan Abu Vulkanik Juga Bisa Picu Radang Pembuluh Darah"
