Hagia Sophia

09 September 2026

Dokter Paru: Tak Disarankan Beraktivitas di Tengah Abu Vulkanik

Foto: Abu vulkanik Anak Krakatau (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar ke sejumlah wilayah. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama untuk mengurangi risiko paparan debu yang dapat mengganggu kesehatan.

Meski demikian, pakar menyarankan untuk tidak panik. Hal yang lebih penting adalah melakukan sejumlah langkah pencegahan agar terhindar dari dampak paparan debu vulkanik.

"Ya, dengan kondisi seperti ini masyarakat tidak perlu panik. Tetapi yang terpenting adalah menjaga bagaimana kita terhindar dari dampak debu vulkanik itu dengan beberapa upaya penjagaan," kata spesialis paru dari RSUP Persahabatan, Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) kepada detikcom, Minggu (6/9/2026).

Langkah yang dapat dilakukan adalah mengurangi aktivitas di luar ruangan. Namun, jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan alat pelindung diri untuk mengurangi paparan debu vulkanik.

"Kurangi aktivitas di luar ruangan. Kalau beraktivitas sebaiknya menggunakan alat pelindung diri, seperti kacamata, masker, terus bajunya yang lengan panjang," jelasnya.

Penggunaan pakaian lengan panjang dapat membantu melindungi kulit dari paparan debu vulkanik. Selain melakukan pencegahan, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi tubuh setelah terpapar debu vulkanik.

"Kalau ada gejala-gejala keluhan yang dirasakan terkait dengan kena debu vulkanik ini, bisa segera konsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tak Disarankan Beraktivitas di Tengah Abu Anak Krakatau, Dokter Paru Ungkap Alasannya"