Hagia Sophia

09 September 2026

Haruskah Dicuci Ulang Bila Abu Anak Krakatau Nempel di Jemuran?

Ilustrasi jemuran. Foto: Getty Images/iStockphoto/Supersmario

Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi secara terus-menerus pada 5 September 2026 dan masih berlangsung hingga pukul 04.40 WIB. Debu vulkanik yang dihasilkan menyebar ke berbagai wilayah.

Partikel debu yang sangat halus ini juga bisa menempel pada pakaian. Dokter paru dari RSUP Persahabatan, Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), mengatakan, pakaian atau benda lain yang terkena debu vulkanik sebaiknya dicuci menggunakan air.

"Memang kalau sudah menempel di baju atau di bahan-bahan, misalnya di mobil, memang harus dicuci lagi, harus dikenai air. Kemudian dikeringkan di dalam ruangan, indoor, ya," kata dr Agus saat dihubungi detikcom, Minggu (6/9/2026).

Hal tersebut perlu dilakukan karena debu yang menempel bisa terhirup. Sebab, partikelnya sangat halus.

"Jadi, dia harus dilarutkan dengan air. Jadi, memang termasuk kita kalau habis aktivitas di luar rumah ketika debu vulkanik ini lagi banyak," tambahnya.

Setelah beraktivitas di luar rumah, debu yang menempel pada pakaian yang digunakan harus dilarutkan. Debu ini tidak akan hilang hanya dengan mengibaskan pakaian.

"Dia tidak bisa hilang dengan hanya dengan di apa istilahnya di kibas-kibas atau di apa Di-apa istilahnya atau dikebut-kebut nah itu tidak bisa," katanya.

Hal serupa juga perlu diperhatikan ketika debu vulkanik mengenai mata. Masyarakat tidak disarankan langsung mengucek mata karena partikel debu yang sangat halus dapat menempel pada permukaan mata dan berpotensi menyebabkan iritasi.

"Dia harus dilarutkan dengan air," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Abu Anak Krakatau Nempel di Jemuran, Haruskah Dicuci Ulang? Ini Saran Pakar Kesehatan"