![]() |
| Ilustrasi minum kopi hitam (Foto: Getty Images/Deagreez) |
Bagi para perempuan yang terbiasa minum kopi beberapa kali dalam sehari, mungkin ada baiknya mempertimbangkan kembali cangkir kopi berikutnya. Teh bisa menjadi salah satu pilihan minuman alternatif.
Dikutip dari laman Fox News, sebuah penelitian dari Flinders University yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada 2025 menemukan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah tinggi mungkin berkaitan dengan kepadatan mineral tulang (bone mineral density/BMD) yang lebih rendah pada perempuan lanjut usia setelah menopause.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti menganalisis kebiasaan konsumsi kopi dan teh pada 9.704 perempuan berusia 65 tahun ke atas selama 10 tahun. Pada periode yang sama, kepadatan mineral tulang peserta juga diukur pada bagian leher tulang paha dan panggul, yang merupakan area tubuh yang sering mengalami patah tulang akibat osteoporosis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh berkaitan dengan kepadatan mineral tulang panggul total yang lebih tinggi. Sebaliknya, perempuan yang minum lebih dari lima cangkir kopi per hari cenderung memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah.
Meski demikian, konsumsi kopi dalam jumlah sedang, yakni sekitar dua hingga tiga cangkir per hari, tidak ditemukan berkaitan dengan dampak negatif terhadap kesehatan tulang.
Peneliti juga menemukan adanya perbedaan berdasarkan kondisi kesehatan dan gaya hidup peserta. Pada perempuan dengan konsumsi alkohol yang lebih tinggi, konsumsi kopi berkaitan dengan kepadatan tulang yang lebih rendah di bagian leher tulang paha. Sementara itu, hubungan positif antara konsumsi teh dan kepadatan tulang terlihat lebih kuat pada perempuan yang mengalami obesitas.
Para peneliti menjelaskan bahwa osteoporosis, yang ditandai dengan rendahnya kepadatan mineral tulang, merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat global yang dapat memengaruhi berbagai kelompok usia, jenis kelamin, dan latar belakang.
Secara global, sekitar satu dari tiga perempuan dan satu dari lima laki-laki berusia 50 tahun ke atas mengalami patah tulang yang berkaitan dengan osteoporosis. Perempuan memiliki risiko yang lebih tinggi karena umumnya mempunyai massa tulang yang lebih rendah dan mengalami kehilangan massa tulang yang lebih cepat setelah menopause.
Penelitian ini dilakukan karena faktor pola makan dinilai memiliki peran penting dalam mencegah berbagai penyakit tidak menular dan dapat memengaruhi kesehatan tulang. Kopi dan teh juga menjadi dua jenis minuman yang paling banyak dikonsumsi masyarakat di berbagai belahan dunia.
Salah satu penulis penelitian, Ryan Liu, mengatakan bahwa kandungan katekin yang banyak ditemukan dalam teh berpotensi membantu pembentukan tulang sekaligus memperlambat proses pemecahan tulang.
"Sementara itu, kandungan kafein dalam kopi, berdasarkan penelitian laboratorium, terbukti mengganggu penyerapan kalsium dan metabolisme tulang, meskipun efeknya kecil dan dapat diimbangi dengan menambahkan susu," kata Liu.
Liu menegaskan, hasil penelitian tersebut bukan berarti seseorang harus berhenti minum kopi atau mengonsumsi teh dalam jumlah berlebihan. Menurutnya, konsumsi teh dalam jumlah sedang mungkin menjadi salah satu cara sederhana untuk mendukung kesehatan tulang. Di sisi lain, konsumsi kopi dalam jumlah sangat tinggi mungkin kurang ideal, terutama bagi perempuan yang juga memiliki kebiasaan minum alkohol.
"Studi ini menawarkan pandangan menarik tentang bagaimana minuman sehari-hari mungkin berhubungan dengan kesehatan tulang, tetapi temuan tersebut harus ditafsirkan dengan hati-hati," kata ahli diet terdaftar sekaligus profesor bidang nutrisi di New York University, Lisa Young.
Pasalnya, penelitian tersebut hanya mengamati kebiasaan peserta dari waktu ke waktu tanpa mengatur apakah mereka harus minum kopi atau teh. Karena itu, penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan atau asosiasi, bukan membuktikan bahwa kopi menyebabkan tulang melemah atau teh membuat tulang menjadi lebih kuat.
Young juga menyoroti sejumlah keterbatasan penelitian, termasuk perbedaan gaya hidup peserta, fokus penelitian yang hanya mengukur kepadatan tulang dan bukan kejadian patah tulang, serta efek yang relatif kecil dan terutama terlihat pada perempuan lanjut usia.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Minum Kopi Memang Menyehatkan, Tapi Kalau Kelebihan Bisa Begini Dampaknya ke Tulang"
