![]() |
| Ilustrasi (Foto: BPJS Kesehatan) |
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin buka suara soal permasalahan pasien BPJS Kesehatan yang masih menunggu berhari-hari untuk mendapatkan ruangan.
Ini adalah respons dari pertanyaan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris yang menyebut masih belum adanya indikator tentang waktu tunggu rawat inap pasien BPJS.
"Terkait dengan waktu tunggu. Kenapa tidak ada indikator terkait waktu tunggu rawat inap? Karena ini yang menjadi keluhan banyak orang, termasuk kalau kita mengingat kembali pasien yang mengeluhkan tidak dilayani atau menunggu 8 jam untuk dapat ruangan sampai akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia," kata Charles saat Rapat Kerja dengan Menteri Kesehatan di Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).
"Jadi memang sulit sekali untuk mendapatkan ruang ICU pak, bahkan tidak hanya 8 jam, bahkan waktu menunggunya bisa satu hari, dua hari, sehingga saya ingin mengetahui terkait dengan waktu tunggu," lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, Menkes mengatakan Kementerian Kesehatan memperoleh data terkait waktu tunggu pasien BPJS dari laporan rumah sakit. Selama ini, rumah sakit melaporkan bahwa waktu tunggu pasien masih dalam kondisi terkendali.
"Itu (waktu tunggu) dari laporan rumah sakit. Sudah pasti lah kalau laporan rumah sakit, bapak ibu tahu bahwa dibilangnya bagus," kata Menkes.
Untuk mengatasi hal ini, lanjut Menkes, nantinya akan dibuatkan semacam kode QR agar pasien bisa memindai dan melaporkan situasinya secara real seperti yang sedang mereka alami, termasuk tentang waktu tunggu.
"Kita pasang QR Code kayak QRIS itu, di antrean rumah sakit. Pasiennya suruh QRIS (pindai) aja karena kan sudah ada SATUSEHAT. Jadi kita tahu tuh, karena QRIS itu pasti ada di poli kan," katanya.
Hal ini, lanjut Menkes bisa menjadi catatan 'patient journey' atau perjalanan medis pasien di rumah sakit, sehingga Kemenkes mendapatkan laporan dua pihak.
"Diharapkan bener-bener patient journey itu kita bisa monitor bukan hanya berdasarkan laporan dari rumah sakit. Tapi, bener-bener dari data dari pasien dengan teknologi sekarang," katanya.
"Dengan demikian kami bisa dapat, jangan hanya dengan akreditasi di awal tapi benar-benar dari pasiennya. Instrumen itu sedang kami bikin dengan teknologi digital yang ada," tutupnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pasien BPJS Bisa Menunggu 1-2 Hari untuk Dapat Ruangan, Menkes Buka Suara"
