Hagia Sophia

03 May 2024

Muncul Varian COVID-19 Baru 'FLiRT' di AS

Ilustrasi virus Corona (Foto: Getty Images/loops7)

Baru-baru ini muncul sejumlah varian baru COVID-19 dijuluki 'FLiRT' yang bikin kasus COVID-19 ngegas di Amerika Serikat. Sejumlah varian tersebut merupakan turunan dari JN.1, 'Cicit' Omicron yang sempat memicu lonjakan pada awal tahun 2024.

Dikutip dari Times, varian 'FLiRT' ini ditandai dengan mutasi yang diidentifikasi dengan huruf F, L, R, dan T pada kode genetiknya. Salah satu varian yang dijuluki 'FLiRT' adalah varian KP.2.

Tangan Berkeringat Tanda Paru-paru Basah? Ini Kata Pakar

Foto: Getty Images/iStockphoto/Natali_Mis

Tidak sedikit yang mengaitkan telapak tangan sering berkeringat sebagai gejala paru-paru basah. Padahal telapak tangan basah tidak memiliki keterkaitan dengan penyakit paru-paru basah.

"Telapak tangan berkeringat ini tidak berhubungan dengan pneumonia atau paru-paru basah tapi stimulus saraf yang berlebihan," kata dr Taufik Indrawan, SpPD dari RS Sardjito Yogyakarta dalam siaran Radio Kemenkes, Kamis (2/5/2024).

Asia Diterpa Cuaca Panas Ekstrem, Ini Saran Menkes Saat Keluar Rumah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Andhika Prasetia)

Sejumlah negara di Asia seperti Thailand dan India tengah dilanda gelombang panas. Kondisi ini begitu mengganggu aktivitas masyarakat hingga meningkatkan berbagai risiko kesehatan.

Seperti misalnya di Thailand beberapa waktu lalu dilaporkan bahwa ada sebanyak 30 orang yang meninggal dunia. Terkait situasi cuaca panas yang terjadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan apabila beraktivitas lama di luar ruangan.

Cuaca Panas Ekstrem Melanda Asia Tenggara, Ini Dampaknya di Negara Tetangga

Suhu panas di Vietnam. (Foto: Nhac Nguyen/AFP/Getty Images)

Gambaran panas di sejumlah wilayah Asia makin ngeri. Selain dilaporkan kasus heatstroke, ratusan ribu ikan mati di Vietnam. Ini antisipasi banyak negara.

Asia bak dipanggang cuaca panas. Efek serius suhu tinggi juga dilaporkan di Vietnam, ratusan ribu ikan mati di waduk provinsi Dong Nai, Vietnam bagian selatan.

Sering Marah Bisa Picu Serangan Jantung dan Stroke

Ilustrasi marah. (Foto: Thinkstock)

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa marah-marah bisa berdampak fatal pada kesehatan. Kemarahan dalam waktu singkat dapat merusak fungsi pembuluh darah yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Peneliti di Amerika Serikat mengungkapkan ketika seorang dewasa marah setelah mengingat masa lalu, fungsi sel-sel yang melapisi pembuluh darah mengalami gangguan negatif sehingga membatasi aliran darah. Penelitian sebelumnya menemukan efek tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dikaitkan dengan Efek Samping Vaksin COVID-19, Apa Itu TTS?

Heboh pengakuan AstraZeneca soal efek samping langka thrombosis thrombocytopenia syndrome (TTS) dari vaksin COVID-19. (Foto: Getty Images/Sirachai Arunrugstichai)

Baru-baru ini heboh kabar AstraZeneca mengakui adanya efek samping langka dari vaksin COVID-19. Raksasa farmasi tersebut belakangan membenarkan suntikan vaksinnya dalam kasus yang amat jarang bisa memicu efek thrombosis thrombocytopenia syndrome (TTS).

Kondisi tersebut menjadi pemicu seseorang mengalami pembekuan darah dan jumlah trombosit darah yang rendah. Selain itu, vaksin COVID-19 AstraZeneca ini juga disebut mencatat puluhan kasus cedera serius dan kematian. Hal ini diungkap dalam pengadilan di gugatan class action sejumlah keluarga yang mengaku mendapatkan dampaknya.

Heboh Tentang Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Muncul Setelah Setahun Suntik?

Ilustrasi vaksin AstraZeneca (Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti)

Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) Prof Hindra Irawan Satari angkat bicara soal gaduh efek samping langka di vaksin COVID-19 AstraZeneca. Pasalnya, persidangan gugatan class action di Inggris terkait vaksin COVID-19 AstraZeneca membuka fakta baru.

Raksasa farmasi tersebut memberikan pernyataan dalam dokumen hukum yang diserahkan ke pengadilan Inggris, bahwa ada risiko kejadian langka thrombosis thrombocytopenia syndrome (TTS) yang berpotensi menyebabkan pembekuan darah. Sontak, banyak kekhawatiran yang kemudian muncul terkait vaksin AstraZeneca, termasuk kepada mereka yang sudah lebij dulu menerimanya dalam hitungan bulan sampai beberapa tahun lalu.