Hagia Sophia

10 April 2025

Sejumlah Ciri Khas Ini Akan Muncul pada Pengidap Penyakit Ginjal

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Marcela Ruth Romero

Ginjal merupakan organ yang berbentuk menyerupai kacang yang sangat penting untuk tubuh. Fungsi utama ginjal adalah menyaring cairan, limbah, dan racun dari darah.

Dikutip dari Healthline, gejala penyakit ginjal terjadi saat ginjal rusak dan tidak dapat menyaring darah dengan baik. Hal ini secara bertahap menyebabkan penumpukan cairan dan limbah beracun dalam tubuh, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.

Pencantuman Label Gizi Singapura Akan Cakup Produk Mi Instan dan Bumbu Dapur

Foto: Getty Images/aprott

Label Nutri-Grade di Singapura bakal diperluas untuk pencantuman garam dan lemak pada produk-produk tinggi kandungan tersebut, termasuk mi instan, bumbu dapur, hingga minyak goreng.

Pasalnya, lebih dari 80 persen produk dengan bahan terkait, saat ini berada di level C dan D. Tingginya konsumsi garam juga lemak berpengaruh pada peningkatan kolesterol hingga tekanan darah, yang bisa memicu risiko serangan jantung. Di Singapura, lebih dari satu orang meninggal setiap jam karena serangan jantung.

Sejumlah Makanan Ini Paling Disukai Sel Kanker, Batasi Konsumsinya

Ilustrasi pasien. (Foto: iStock)

Kanker adalah penyakit yang kompleks. Ada banyak jenis dan pemicunya. Faktor-faktor kanker termasuk genetik atau riwayat keluarga, juga gaya hidup seseorang.

Meski begitu, 80 hingga 90 persen tumor ganas yang muncul kemudian berkembang menjadi kanker berkaitan dengan faktor eksternal, dalam hal ini gaya hidup.

Kisah Pria Kena Penyakit Ginjal Kronis Stadium 4 Hingga Tidak Bisa Jalan

Ilustrasi (Foto: Getty Images/gorodenkoff)

Seorang pria di Bolton, Inggris, membagikan kisahnya yang terkena penyakit ginjal kronis stadium 4. Pria bernama Niven Hopkins itu terkena penyakit ginjal di usia yang masih muda, yakni 27 tahun.

Awalnya ia mengeluhkan gejala tak biasa pada kaki. Hopkins merasakan sakit setelah kakinya mendadak membengkak parah pada Juli 2024, sampai tak bisa berjalan. Imbas hal tersebut, ia memutuskan untuk mengunjungi dokter umum.

Diabetes Selama Kehamilan Bisa Tingkatkan Risiko Masalah Otak dan Sistem Saraf Bayi

Ilustrasi bayi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Avril Morgan)

Studi baru menemukan bukti diabetes selama kehamilan meningkatkan risiko masalah otak dan sistem saraf si bayi, termasuk kemungkinan autisme. Presentasinya sekitar 28 persen berdasarkan analisis data yang dikumpulkan dari 202 studi sebelumnya, dengan melibatkan 56 juta ibu dan anak.

Studi besar ini juga menemukan risiko anak 20 persen lebih tinggi mengalami masalah komunikasi, serta 16 persen lebih berisiko menghadapi gangguan belajar dibandingkan anak-anak yang ibunya tidak mengidap diabetes saat hamil.

Pakar: Rutin Konsumsi Ini Bisa Turunkan Risiko Kanker Usus Besar

Ilustrasi (Foto: Istock)

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi yoghurt dapat mengurangi risiko kanker usus besar jenis tertentu.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Gut Microbes menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi dua atau lebih porsi yoghurt per minggu memiliki tingkat kanker kolorektal proksimal atau kanker usus besar sisi kanan yang lebih rendah, yang dikaitkan dengan keberadaan bakteri Bifidobacterium.

Pria Ini Sembuh dari Kanker Usai Baca Buku Ini

Foto: Getty Images/iStockphoto/gbh007

Mike Fremont, pria yang kini berusia 102 tahun dan lahir di Ohio, Amerika Serikat, didiagnosis kanker kolorektal pada usianya yang ke-69 tahun. Bahkan, dokter menyebut dirinya hanya memiliki sisa waktu tiga bulan untuk hidup.

Dikutip dari Times of India, alih-alih menyerah, Mike memilih untuk memperjuangkan hidupnya. Dirinya menemukan buku "The Cancer Prevention Diet" karya Michio Kushi, buku yang mengenalkannya pada diet makrobiotik.