Hagia Sophia

16 February 2023

Saran Ade Rai Bila Gampang Stres dan Uring-uringan

Teknik bernapas dari Ade Rai. (Foto: 20detik)

Viral di media sosial potongan video Ade Rai menjelaskan kaitan cara bernapas dengan tingkat stres. Rupanya, yang dimaksud adalah bagaimana cara bernapas mencerminkan pikiran dan perasaan. Orang yang marah atau sedih cenderung bernapas pendek-pendek lewat dada, sebaliknya orang yang tenang umumnya bernapas dengan tempo lebih panjang lewat perut.

"Napas kita itu kan biasanya gambaran cerminan dari gerak pikiran kita. Sebaliknya, gerak pikiran kita adalah cerminan dari napas kita. Contohnya, Anda lagi marah, kesal, sebal, kecewa, itu biasanya napasnya pendek dan cepat. Sedangkan ketika Anda lagi happy, banyak rejeki, jatuh cinta misalnya, napasnya biasanya lebih panjang dan pelan," terang Ade Rai pada detikcom, Selasa (14/2/2023).

Lebih lanjut Ade Rai mencontohkan, orang yang merokok umumnya mengalami kembang-kempis di bagian perut, bukan dada. Karena itulah, orang yang merokok bisa merasa lebih relaks. Namun jika pernapasan perut dilakukan sembari merokok, tentu saja ada risiko penyakit imbas masuknya nikotin ke dalam tubuh.

"Misalnya punya pasangan yang merokok dia lagi santai sendiri, apa yang dia lakukan? Dia merokok, saat merokok perutnya pasti naik ke depan karena merokok itu relaxing. Problem-nya adalah ketika rokok dinyalakan, nikotin masuk ke dalam pembuluh darah," tutur Ade Rai.

Walau pernapasan perut lebih dianjurkan, sebenarnya tidak ada yang salah dengan pernapasan dada. Meluruskan pemahaman sejumlah warganet, Ade Rai menjelaskan tak melulu stres adalah hal buruk. Pada beberapa kondisi, stres justru diperlukan. Misalnya, untuk pembakaran lemak tubuh. Asalkan, stres tidak terjadi terus-menerus.

"Sekali waktu kita harus stres, sekali waktu kita harus rileks. Cuma kalau stres yang berlebihan dan tidak ada henti-hentinya, itu disebut sebagai stres emosional," jelas Ade Rai.

"Kadang-kadang ketakutan atau kecemasan akan masa depan yang nggak pasti, atau bahkan masa lalu yang sudah lewat tapi kita khawatir dan punya perasaan bersalah, menyesal, atau trauma. Itu menjadi stres terus, nggak ada hentinya 24 jam tujuh hari terus saja begitu. Pada saat itulah kita maknai stres sebagai sesuatu yang berbahaya," pungkasnya.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Gampang Stres dan Uring-uringan? Ade Rai Sarankan Teknik Napas Seperti Ini"