Hagia Sophia

07 March 2023

Tewasnya Ilmuwan Rusia Penemu Vaksin COVID-19, Berbagai Teori Konspirasi Muncul

Ilmuwan Rusia Andrey Botikov salah satu penemu vaksin COVID-19 tewas dibunuh. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/oonal)

Geger kematian misterius penemu vaksin COVID-19 Sputnik V. Ilmuwan top Rusia ditemukan tak bernyawa di apartemennya, Kamis lalu. Otoritas setempat sudah menangkap tersangka dan yang bersangkutan bakal dikenai hukuman berat atas pembunuhan keji.

Komite Investigasi Rusia (ICR) mengungkap pria 29 tahun mencekik ahli virologi berusia 47 tahun itu dengan ikat pinggang sebelum akhirnya melarikan diri dari tempat kejadian.

"Andrey Botikov, salah satu dari 18 ilmuwan yang mengembangkan vaksin Sputnik V di Pusat Penelitian Nasional Gamaleya, dicekik di rumahnya di Jalan Rogova pada 2 Maret," demikian pengumuman kantor berita Rusia Regnum yang mengutip sumber resmi.

Motif di balik pembunuhan tersebut belum terungkap. Namun, kematian Andrey Botikov memicu kemunculan sejumlah teori konspirasi di media sosial, salah satunya meninggal karena 'overdosis' vaksin COVID-19.

Misalnya berita spekulasi WSPN mengklaim Botikov menerima lebih dari 40 dosis vaksin COVID-19 di apartemennya, Moskow. "Kabarnya dia punya terlalu banyak (vaksin)..." tulis Per Ekstrom, di atas gambar vaksin Sputnik V.

Sementara pendukung teori konspirasi COVID-19 juga marak membahas kematiannya yang disebut wajar. "Benar-benar normal bahwa Andrey Botikov, pria yang menciptakan COVID vaax [sic] pertama, ditemukan mati dicekik," cuit salah satu netizen. "Terutama mengingat semua yang keluar tentang vaax [sic] dan asal-usul virus. Tidak ada yang bisa dilihat di sini apakah itu benar-benar nyata karena mutasi virus."

Botikov bekerja sebagai ahli virologi di Pusat Penelitian Nasional Gamaleya sejak 2014, dan merupakan bagian dari tim yang bertanggung jawab atas vaksin negara tersebut, diklaim Rusia memiliki kemanjuran uji klinis sebesar 91 persen, jauh lebih tinggi daripada vaksin lain.

Teori lainnya mengacu pada kematian Botikov yang terjadi lebih dari dua minggu pasca Mayor Jenderal Vladimir Makarov tewas. Seorang pejabat tinggi militer Rusia yang menurut penyelidik negara, bunuh diri setelah dibebaskan dari tugas.

Dikutip dari Newsweek, pada akhir November, Kedutaan Besar Rusia di Paris mengonfirmasi kematian Vyacheslav Taran, seorang miliarder Rusia dan pendiri Forex Club, dalam kecelakaan helikopter di dekat rumahnya di tenggara Prancis. Mantan kepala Institut Penerbangan Moskow, Anatoly Gerashchenko, meninggal tahun lalu setelah jatuh dari tangga, diduga berkaitan dengan awal mula perang di Ukraina.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Teori Konspirasi di Balik Ilmuwan Rusia Penemu Vaksin COVID Tewas Dibunuh"