Hagia Sophia

16 April 2023

Untuk Menaikan Angka Kelahiran, Jepang Siapkan Dana Rp 553 Triliun

Pemerintah Jepang siap mengeluarkan ratusan triliun demi meningkatkan angka kelahiran. (Foto: Wisma Putra/detikcom)

Jepang saat ini tengah dihadapkan dengan masalah krisis populasi. Menurut data pemerintah Jepang, terjadi penurunan populasi dalam waktu 12 tahun berturut-turut.

Pada 2022, populasi Jepang mengalami penurunan sebesar 556.000 orang dari tahun sebelumnya. Untuk mengatasi krisis ini, pemerintah Jepang akan mengeluarkan langkah-langkah penyelesaian. Dikabarkan, di antaranya dengan menyiapkan dana sebanyak 5 triliun yen (Rp 553,9 triliun) untuk membuat perencanaan program pengasuhan anak dan mengatasi menurunnya angka kelahiran.

Perkiraan dari Sekjen Partai Demokratik Liberal (LDP) Hiroshige Seko tersebut mengacu kepada sumpah Perdana Menteri Fumio Kishida untuk menggandakan dana belanja pengasuhan anak. Walau begitu, Kishida enggan memberikan rincian yang menurutnya akan ditegaskan pada bulan Juni ketika pemerintah menyusun peta kebijakan tengah tahun.

Dikutip dari Devdiscourse, program dukungan pengasuhan anak menjadi prioritas utama di Jepang karena angka kelahiran di negara tersebut turun di bawah 800.000 tahun lalu untuk pertama kalinya. Kurang dari setengah angka kelahiran di Jepang pada tahun 1973 dengan jumlah 2 juta.

Pemerintah Jepang menyusun rencananya bulan lalu untuk meningkatkan pengasuhan anak selama tiga tahun mendatang untuk membalikkan tingkat kelahiran yang anjlok.

Berdasarkan rencana tersebut, pemerintah akan memperluas tunjangan anak. Nantinya pemerintah Jepang juga akan memberikan cuti untuk orang tua dengan bayaran penuh. Pemerintah Jepang sudah menghabiskan 6,1 triliun yen (Rp 675,7 triliun) tahun fiskal lalu untuk mengatasi permasalahan penurunan jumlah anak.

Jepang adalah salah satu negara yang masyarakatnya mengalami penuaan tercepat di dunia. Penurunan tingkat kelahiran di Jepang disebut jadi penyebabnya karena mengintensifkan krisis tenaga kerja dan menekan potensi pertumbuhan jangka panjang Jepang.

Rencana pengeluaran baru dapat membebani hutang publik Jepang yang sudah membengkak lebih dari dua kali ukuran ekonominya, yang sejauh ini merupakan yang terburuk dalam dunia industri.






























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Krisis Populasi, Jepang Siap Gelontorkan Rp 553 T demi Warga Mau Punya Anak"