![]() |
| Ibu Tin atau lebih dikenal sebagai 'Ibu Kimpul'. (Foto: Sarah Oktaviani Alam/ detikHealth) |
Belakangan, sosok 'Ibu Kimpul' mendadak viral dan menyita perhatian warganet di media sosial. Wanita bernama asli Ibu Tin ini konsisten memperkenalkan umbi kimpul, salah satu pangan lokal sumber karbohidrat sehat kaya serat, melalui berbagai konten memasaknya.
Saat ditemui di Gedung Trans TV, Jakarta Selatan, ia membeberkan alasannya gencar membuat konten edukasi seputar pangan lokal tersebut. Wanita asal Bantul, DI Yogyakarta, itu mengaku khawatir keberadaan tanaman obat dan umbi-umbian tradisional makin terpinggirkan hingga terancam punah.
"Memang berawal dari rasa perhatian saya mengenai bahan pangan lokal itu saya khawatir punah. Karena anak muda nggak ada yang tahu dan memang selama ini minim sekali informasi untuk anak muda," terang Ibu Tin kepada detikcom, Jumat (7/8/2026).
"Jadi saya mencoba mengenalkan, dengan cara saya olah dengan makanan yang cukup familiar di kalangan anak muda," lanjutnya.
Berawal dari Keadaan Masa Kecil
Ibu Tin menceritakan, keterikatannya dengan umbi-umbian sudah terbangun sejak kecil. Kala itu, kondisi ekonomi membuatnya harus terbiasa mengonsumsi umbi seperti kimpul karena beras tergolong bahan pangan mewah yang sulit terjangkau.
Berangkat dari pengalaman masa kecilnya, Ibu Tin mulai tekun menggali informasi dan mempelajari kandungan nutrisi kimpul. Ternyata, umbi lokal ini sangat padat gizi dan berpotensi besar menjadi alternatif karbohidrat sehat pendamping maupun pengganti nasi.
Kendati demikian, wanita yang lebih akrab disapa 'Ibu Kimpul' ini menegaskan dirinya tidak membatasi diri hanya pada makanan tradisional.
"Bukan berarti saya anti-modern, semua saya makan. Saya juga makan nasi, makan makanan modern," tegasnya.
"Tapi, memang umbi-umbian itu selalu ada di kehidupan saya dari dulu sampe sekarang. Saya harap anak muda juga mengenal itu," sambungnya.
Tak Cuma Kimpul, Ada Teknik Pengolahan Khusus
Tidak hanya kimpul, Ibu Tin juga aktif mengolah berbagai jenis umbi tradisional lainnya, seperti mbili, mbolo, talas, gadung, hingga umbi garut.
Meski kaya akan nutrisi dan manfaat kesehatan, Ibu Tin mengingatkan bahwa tidak semua jenis umbi bisa langsung diolah dan dikonsumsi begitu saja. Beberapa varietas membutuhkan teknik pengolahan khusus untuk menghilangkan kandungan senyawa alami yang berisiko memicu efek samping.
"Harus melalui proses bertahap, rendam, hingga dimasak. Itu misalnya umbi gadung," bebernya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Viral 'Ibu Kimpul' Kenalkan Umbi-Umbian Lokal, Karbo Sehat yang Padat Gizi"
