![]() |
| Foto: Ilustrasi buah dan sayur (Getty Images/Jay_Zynism) |
Abu vulkanik yang menyebar ke sejumlah wilayah tidak hanya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan. Partikel abu berukuran sangat kecil dapat terhirup dan mengiritasi saluran pernapasan, terutama ketika paparan terjadi dalam waktu lama.
Selain mengurangi paparan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, asupan makanan bergizi juga penting untuk membantu tubuh menghadapi dampak paparan abu vulkanik.
Spesialis gizi klinik dr Raissa E. Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM, mengatakan, ada makanan yang bisa mendukung tubuh menghadapi stres oksidatif dan inflamasi. Meski demikian, tidak ada makanan yang bisa membersihkan abu dari paru-paru.
"Abu vulkanik mengandung partikel-partikel kecil yang ketika terhirup dapat mengiritasi saluran napas dan memicu stres oksidatif serta respons inflamasi," kata dr Raissa dari unggahan akun Instagram-nya, dikutip atas izin yang bersangkutan.
Dari sisi nutrisi, beberapa makanan menyehatkan yang bisa dikonsumsi untuk melindungi diri yaitu mulai dari buah-buahan dan sayur-sayuran.
"Perbanyak buah dan sayuran yang berwarna-warni, seperti jeruk, kiwi, jambu biji, pepaya, tomat, paprika, brokoli, sampai sayuran hijau yang mengandung vitamin C, karotenoid, dan berbagai antioksidan," kata dr Raissa.
Kemudian, tambahkan juga makanan yang mengandung banyak vitamin E. Contohnya, almond, kacang-kacangan, biji-bijian, dan alpukat.
"Vitamin E merupakan antioksidan yang banyak diteliti kaitannya terhadap stres oksidatif," kata dr Raissa.
Tak hanya buah-buahan, sayuran, hingga kacang-kacangan, konsumsi juga sumber omega-3, contohnya ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel. Ikan-ikan tersebut merupakan sumber EPA dan DHA yang memiliki efek antiinflamasi.
dr Raissa juga mengingatkan agar kebutuhan cairan selalu terpenuhi. Pastikan minum cukup air untuk menjaga hidrasi tubuh dan mukosa.
"Tapi ingat, minum banyak air bukan berarti abu yang sudah masuk akan tercuci," tutur dr Raissa.
Satu hal yang sangat penting, dr Raissa mengingatkan untuk memastikan makanan dan air tidak terkontaminasi abu. Cuci buah dan sayur dengan baik serta lindungi makanan dan sumber air dari paparan abu.
"Jadi, bukan cari makanan detoks paru, tapi fokuslah pada makanan bergizi seimbang yang kaya akan buah, sayur, sumber lemak sehat, dan juga protein, sambil mengurangi paparan abu itu sendiri," tambahnya.
Kendati demikian, perlindungan utama yang perlu dilakukan yaitu tetap membatasi aktivitas di luar ruangan.
"Jangan lupa juga untuk menggunakan masker yang sesuai saat harus keluar rumah," pungkas dr Raissa.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Abu Vulkanik Bisa Picu Inflamasi, Ini Makanan yang Bantu Lindungi Tubuh"
