Hagia Sophia

11 September 2026

Ini Gejalanya Bila Abu Vulkanik Sudah Serang Saluran Pernapasan

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Wachiwit)

Dokter paru dari RSUP Persahabatan, Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) mengungkap, beberapa gejala dapat muncul apabila abu vulkanik sudah mulai memengaruhi saluran pernapasan. Prof Agus menjelaskan partikel halus abu vulkanik mengandung silika dan mineral lain.

Karena ukurannya yang sangat kecil, partikel dari abu vulkanik bisa masuk ke saluran napas atas dan bawah.

Prof Agus menjelaskan sebagian besar partikel halus yang ada pada abu vulkanik bersifat iritan atau memicu iritasi. Iritasi tersebut dapat menyebabkan epitel-epitel sel yang ada di permukaan saluran napas atas dan bawah sampai paru itu akan rusak.

"Luka di saluran napas akan menjadi bengkak, kalau partikelnya banyak tentu perlukaannya akan banyak dan itu akan menyebabkan keluhan. Mulai dari terasa tenggorokan gatal, panas, hidung berair, kemudian keluar dahak," ujar Prof Agus dalam acara detikPagi, Senin (7/8/2026).

"Kita setiap hari sebenarnya membersihkan udara yang kotor dengan mucociliary clearance, tapi kalau jumlahnya berlebihan mekanismenya ini akan terganggu," sambungnya.

Kalau berlanjut, Prof Agus mengatakan dapat terjadi superimpose dengan infeksi bakteri atau virus. Patogen tersebut dapat 'menumpang' partikel debu dan ketika masuk ke dalam tubuh yang sistem pembersihannya kurang baik dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut.

Ia menjelaskan kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, tapi pada kondisi tertentu gejalanya bisa muncul lebih cepat. Misalnya pada anak-anak, orang usia lanjut, orang dengan penyakit asma, paru kronik, atau orang dengan penyakit jantung.

"Iritasi yang terjadi akan menimbulkan keluhan yang lebih cepat dan menimbulkan serangan penyakit-penyakit yang sudah ada," tandasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dokter Paru Ungkap Gejala Abu Vulkanik Sudah Serang Saluran Pernapasan"