Hagia Sophia

22 August 2022

Mungkinkah Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri?

detikcom

Kementerian Kesehatan RI melaporkan temuan pertama kasus cacar monyet di Indonesia, terjadi pada seorang WNI pria berusia 27 tahun yang sempat melakukan perjalanan luar negeri. Pasien tersebut kini menjalani isolasi mandiri di rumah dan dikabarkan dalam kondisi baik meski mengalami gejala demam dan ruam-ruam.

"Pasien 27 tahun laki-laki ini memang habis bepergian dari luar negeri dengan gejala di tanggal 14 (Agustus) itu ada demam, kemudian ada pembesaran kelenjar limfe. Tapi keadaannya baik. Tidak sakit berat. Ada cacarnya, atau ruam-ruamnya di muka, di telapak tangan, kaki, dan sebagian di sekitar alat genital dia," ujar juru bicara Kemenkes RI, Mohammad Syahril dalam konferensi pers, Sabtu (20/8/2022).

Ini Sebaran COVID-19 di Indonesia pada 21 Agustus 2022

detikcom

Indonesia mencatat sebanyak 3.949 kasus baru COVID-19, Minggu (21/8/2022). Kasus aktif kini sebanyak 50.500 kasus.

DKI Jakarta kini menyumbang jumlah kasus terbanyak dengan total 1.897. Disusul oleh Jawa Barat dengan total 672 kasus, kemudian Banten dengan total 405 kasus.

21 August 2022

Update COVID-19: 21 Agustus 2022 Kasus COVID-19 Bertambah 3.949 dan 12 Meninggal

istimewa

Indonesia mencatat 3.949 kasus baru COVID-19 hari ini, Minggu (21/8/2022). Seiring itu, terdapat 6.044 kasus sembuh dan 12 pasien meninggal dunia akibat COVID-19. Kasus aktif COVID-19 di Indonesia kini ada sebanyak 50.500.

Hari ini, total kasus COVID-19 terkonfirmasi di Indonesia menjadi 6.315.557 kasus. Tercatat ada 64.249 spesimen diperiksa dan suspek pasien COVID-19 ada sebanyak 3.472.

Pesan Mantan Petinggi WHO Terkait Cacar Monyet yang Sudah Masuk Indonesia

detikcom

Kementerian Kesehatan RI mengkonfirmasi temuan kasus cacar monyet pertama di Indonesia. Pasien merupakan seorang pria berusia 27 tahun asal DKI Jakarta yang sempat melakukan perjalanan luar negeri. Eks petinggi WHO menyorot temuan tersebut, seperti apa catatannya?

"Pasien 27 tahun laki-laki ini memang habis bepergian dari luar negeri dengan gejala di tanggal 14 (Agustus) itu ada demam, kemudian ada pembesaran kelenjar limfe. Tapi keadaannya baik. Tidak sakit berat. Dan ada cacarnya, atau ruam-ruamnya di muka, di telapak tangan, kaki, dan sebagian di sekitar alat genital dia," ucap Juru bicara Kemenkes RI, Mohammad Syahril, dalam konferensi pers virtual, Sabtu (20/8/2022).

Cacar Monyet Sudah Masuk Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan?

detikcom

Kementerian Kesehatan RI melaporkan kasus pertama cacar monyet di Indonesia, dialami oleh seorang pria WNI berusia 27 tahun yang sempat melakukan perjalanan luar negeri, Sabtu (20/8/2022). Meski sempat muncul gejala berupa demam dan ruam-ruam, pasien tersebut kini dikabarkan dalam kondisi baik dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Menanggapi laporan tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan tim medis dan tenaga kesehatan untuk waspada terkait temuan pasien dengan gejala mirip cacar monyet. Penerapan protokol kesehatan menjadi cara untuk menekan risiko penularan cacar monyet. Hal itu dibarengi dilakukannya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Beberapa Penyakit Ini Muncul Karena Stres dan Tidak Boleh Diabaikan

detikcom

Penyakit akibat stres yang menumpuk tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, beberapa penyakit yang disebabkan oleh manajemen stres yang buruk dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih berbahaya.

Dikutip dari Everyday Health, stres adalah hal yang normal dialami oleh kebanyakan orang. Namun, seseorang juga perlu untuk mempunyai manajemen stres yang baik. Ketika seseorang tidak mampu mengelola stres dengan baik, hal itu bisa membahayakan kesehatan mental diri sendiri.

Ini Alasan WHO yang Menetapkan DKI Level 4 COVID-19

detikcom

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis laporan COVID-19 Indonesia melalui 'Situation Report' per Kamis (18/8/2022). Data tersebut menunjukkan tren peningkatan penularan di masyarakat berdasarkan catatan pekan 8-14 Agustus 2022.

WHO membagi kategori transmisi masyarakat ke dalam empat level yakni level 1 tingkat penularan rendah, level 2 sedang, level 3 tinggi, dan level 4 sangat tinggi. Di periode 8-14 Agustus, DKI Jakarta menjadi satu-satunya provinsi yang masuk ke level 4 transmisi komunitas atau penularan COVID-19 sangat tinggi.

"Di tingkat provinsi, selama pekan 8-14 Agustus, DKI Jakarta tetap berada pada level yang sangat tinggi, tingkat penularan komunitas level 4 (CT4)," demikian laporan WHO, dikutip Sabtu (20/8/2022).