Hagia Sophia

14 September 2023

Identitas Dokter Gadungan Terbongkar, Terima Gaji Rp 7,5 Juta per Bulan

Susanto, lulusan SMA yang lolos jadi dokter gadungan selama 2 tahun di RS PHC Surabaya, begini modusnya (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)

Susanto yang hanya lulusan SMA bisa lolos seleksi menjadi dokter di RS PHC Surabaya. Dokter gadungan ini sudah bekerja selama 2 tahun. Setiap bulannya, ia mendapat gaji hingga Rp 7,5 juta. Lalu, bagaimana modus yang dilakukan Susanto?

Aksi Susanto ini berawal pada April 2020. Kala itu, Rumah Sakit PHC Surabaya membuka lowongan pekerjaan pada bagian Tenaga Layanan Clinic sebagai Dokter First Aid.

Pasangan Iseng Tes DNA, Syok Setelah Tahu Besarkan yang Bukan Anak Kandungnya

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/JaCZhou)

Donna dan Vanner Johnson mendapatkan anak kedua mereka melalui prosedur bayi tabung pada tahun 2008. 11 tahun kemudian, sebuah tes DNA yang iseng dilakukan justru mengungkapkan sesuatu yang mengejutkan.

Keluarga Johnson mengatakan bahwa anak pertama mereka dilahirkan dengan cara alami, namun mereka kesulitan untuk mendapatkan anak kedua karena Vanner menjalani operasi hernia yang menyumbat saluran spermanya. Mereka akhirnya melakukan prosedur IVF untuk masalah tersebut.

Respons Kemenkes Tentang Dokter Gadungan yang Ditemukan di RS PHC Surabaya

Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi ikut merespons laporan dokter gadungan bekerja di Rumah Sakit PHC Surabaya selama dua tahun. Belakangan terungkap, yang bersangkutan mengelabui pihak rumah sakit dengan melampirkan ijazah milik orang lain, foto pemilik ijazah asli diganti dengan foto dirinya.

Aksi pria bernama Susanto ini baru diketahui setelah RS hendak memperpanjang kontrak dengan persyaratan melampirkan berkas lebih lengkap. Saat diverifikasi, data yang diberikan tidak sesuai alias dimanipulasi.

Terkait COVID Varian Baru, RI Bikin Vaksin Baru? Ini Ujar Kemenkes

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum)

Beberapa waktu terakhir, varian baru COVID-19 BA.2.86 atau varian Pirola menjadi sorotan ahli kesehatan dunia. Berbeda dengan varian-varian sebelumnya, COVID-19 varian Pirola diketahui sangat bermutasi dan kini sudah ditemui di belasan negara.

Walaupun hingga saat ini varian Pirola belum terdeteksi di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI memastikan vaksin COVID yang sudah ada saat ini cukup ampuh menghadapi berbagai varian baru, termasuk Pirola.

Kualitas Udara DKI Pagi Ini Mendingan, Beda dengan Tangerang

Langit Jakarta (Foto: tim detikHealth)

Kualitas udara di Ibu Kota DKI Jakarta pada hari ini, Kamis (14/9/2023), terpantau kembali membaik, masuk kategori sedang. Berdasarkan website IQAir, kualitas udara DKI pada pukul 07.00 WIB berada di zona kuning di angka 98.

Kualita udara DKI tersebut berbeda dari hari sebelumnya, Rabu (13/9) yang terpantau sangat buruk sejak pukul 07.00 WIB, masuk zona merah dengan kategori tidak sehat di angka 156. Bahkan pada Rabu, langit Jakarta terlihat sangat keruh imbas ketutupan polusi.

Ini Waktu Terbaik untuk Olahraga Jalan Kaki Usai Makan

Ilustrasi jalan kaki. (Foto: Dikhy Sasra)

Peneliti dari Universitas Limerick Irlandia menemukan fakta baru manfaat dari berjalan kaki selama minimal 2 menit setelah makan. Hal ini diyakini bisa membantu pencernaan, juga menurunkan kadar gula darah.

Otomatis, mencegah risiko terkena diabetes khususnya tipe dua. Meta analisis baru dari tujuh studi yang dilakukan para ilmuwan Irlandia juga menunjukkan hasil review waktu terbaik berjalan kaki setelah makan.

Ini Kata Kemenkes Terkait Ditemukan Dokter Gadungan Jadi Kepala Puskesmas

Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi ikut merespons laporan dokter gadungan bekerja di Rumah Sakit PHC Surabaya selama dua tahun. Belakangan terungkap, yang bersangkutan mengelabui pihak rumah sakit dengan melampirkan ijazah milik orang lain, foto pemilik ijazah asli diganti dengan foto dirinya.

Aksi pria bernama Susanto ini baru diketahui setelah RS hendak memperpanjang kontrak dengan persyaratan melampirkan berkas lebih lengkap. Saat diverifikasi, data yang diberikan tidak sesuai alias dimanipulasi.