Hagia Sophia

20 May 2023

Obat Penenang Hewan yang Picu Warga AS Bagai 'Zombie'

Ilustrasi obat penenang hewan xylazine. (Foto: Pacific Press/LightRocket via Ge/Pacific Press)

Kasus 'narkoba zombie' menjadi ancaman paling mematikan di Amerika Serikat. Para penggunanya menggabungkan obat penenang hewan yang disebut xylazine, atau dikenal dengan nama seperti tranq, tranq dope, dan obat zombie, dengan obat-obatan terlarang seperti fentanyl dan heroin.

Kematian overdosis yang melibatkan xylazine melonjak lebih dari 1.000 persen di AS bagian selatan antara tahun 2020 dan 2021. Penggunaan juga meroket hingga 750 persen di barat dan sekitar 500 persen di Midwest, menurut laporan intelijen yang dirilis tahun lalu oleh US Drug Enforcement Administration.

Langka: Kepala Wanita Ini Membesar 3 Kali Lipat Hingga Tidak Bisa Bergerak

Kepala wanita ini membesar hingga tidak bisa bergerak dan melihat. (Foto: Instagram @adalgisasoaresalves)

Seorang wanita berusia 29 tahun asal Brasil, Graziely Alves Régis, mengalami kondisi langka yang membuat ukuran kepalanya membesar tiga kali lipat. Graziely diketahui sudah tak mampu bergerak dari kasur, kehilangan kemampuan untuk berbicara, dan kehilangan penglihatannya seiring ukuran kepalanya yang semakin besar.

Kondisi yang dikenal dengan sebutan hidrosefalus ini telah dialami Graziely sejak dirinya masih berada dalam kandungan. Dikutip dari Daily Mail, hidrosefalus adalah kondisi penumpukan cairan di area sekitar otak. Hal ini menyebabkan tekanan yang besar yang bisa merusak jaringan dalam dan mengubah bentuk tulang otak.

Kasus Narkoba 'Zombie' di AS Naik Lebih dari 1000 Persen, Ini Dampaknya

Narkoba zombie mewabah di AS, kulit dan otot mendadak membusuk. (Foto ilustrasi: Getty Images/zodebala)

Obat penenang khusus hewan yakni xylazine belakangan banyak dipakai pengguna narkoba di Amerika Serikat. Obat itu bahkan 'dikombo' dengan obat-obatan terlarang seperti fentanil dan heroin yang kemudian efeknya semakin mematikan.

Kulit dari para pengguna tampak membusuk, seperti 'menggerogoti' daging mereka. Banyak dari mereka mengaku ototnya mendadak terasa lemas.

Ghana Masih 42 Persen Masyarakatnya Dapat Vaksin COVID-19 Dosis Pertama

William Opare dari Expanded Programme on Immunization, Ghana Health Service (Foto: Suci Risanti Rahmadania/DetikHealth)

Kedaruratan global COVID-19 sudah dicabut, Kemenkes Ghana rupanya masih berjuang mencapai target vaksinasi. Pasalnya, berdasarkan data Ghana Health Service (GHS) April 2023, tercatat baru 42 persen masyarakat dari total populasi target divaksin yang mendapat dosis pertama.

William Opare dari Expanded Programme on Immunization, Ghana Health Service, mengungkapkan, angka 42 persen untuk dosis pertama tersebut tergolong 'lumayan' apabila dilihat dari target, yaitu sekitar 74,2 persen atau 13,5 juta orang untuk dosis pertama.

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung dari Tegalluar ke Halim

Perdana! Kereta Cepat JKT-BDG Diuji Coba 'Ngegas' dari Tegalluar ke Halim/Foto: Dok. KCIC

Rangkaian EMU/CIT Kereta Cepat Jakarta-Bandung melaksanakan tahapan Hot Sliding Test di jaringan Overhead Catenary System (OCS) KCJB pada Jumat (19/5) dan rencananya dilanjutkan Sabtu (20/5). Ini adalah kegiatan internal test yang dilakukan oleh kontraktor KCJB didampingi konsultan independen dan melaporkan hasilnya secara periodik ke KCIC.

Kontraktor KCJB melakukan pengujian Hot Sliding Test ini sebagai tahapan sebelum dilakukannya commisioning test internal dan Kementerian Perhubungan. Pengujian dilakukan dengan menjalankan EMU/CIT rute Depo Tegalluar, Stasiun Tegalluar, hingga ke Stasiun Halim.

Untuk Atasi Angka Kelahiran yang Makin Anjok di China, Ini Usulan Pakar Demografi

Angka kelahiran anak di China makin anjlok. (Foto: REUTERS/Tingshu Wang)

Demi mendongkrak angka kelahiran yang anjlok di China, ahli demografi menyarankan pemerintah untuk membayar para pasangan yang memiliki anak dengan 'gaji sebagai orang tua', layaknya gaji dari pekerjaan-pekerjaan lainnya.

Usulan tersebut muncul lantaran kini pemerintah China sedang berjuang untuk mengatasi kemerosotan populasi di tengah populasi yang menua. Ditambah, banyak warga berusia muda di China enggan memiliki anak.

Walau Angka Kelahiran Turun, Hong Kong Enggan Beri Insentif ke Orangtua

Pemerintah Hong Kong ogah beri insentif warganya yang mau punya anak. (Foto: Pradikta Kusuma/d'Traveler)

Hong Kong menjadi salah satu daerah di Asia yang mengalami masalah jumlah populasi. United Nations Population Fund (UNFPA) bahkan menyebut Hong Kong menjadi salah satu wilayah dengan angka kelahiran terendah di dunia.

Hong Kong saat ini memiliki angka kelahiran berjumlah 0,8 kelahiran per wanita. Jumlah tersebut lebih rendah dari angka 2,1 untuk menjaga stabilitas populasi.