Hagia Sophia

14 January 2023

Waspadai Bila Saat Main Lato-lato Jemari Mulai Mati Rasa

Permainan lato-lato. (Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)

Permainan lato-lato masih viral di Indonesia. Keviralan ini terbantu oleh cara bermain lato-lato yang cukup mudah. Anak-anak hanya memantulkan dua bandul sehingga menghasilkan bunyi "tek...tek...tek". Tangan pun digunakan untuk menjaga keseimbangan dan kestabilan bandul dengan memegang batang kayu atau plastik yang menghubungkan tali kedua bandul. Tali bandul pun kerap dililit di jari tangan.

Dokter ortopedi dengan subspesialisasi hand and microsurgery dari RS Pondok Indah (RSPI) Bintaro, dr Oryza Satria, SpOT(K) mengatakan mengikat tali lato-lato ke jari tangan berpotensi menimbulkan gangguan sirkulasi peredaran darah. Terlebih, jika lilitan tersebut diulang berkali-kali dan memainkan lato-lato dalam kurun waktu yang lama.

"Apalagi kalau ikatnya terlalu kencang. Tapi kalau ikatnya cuma dililit gini (dua lilitan) nggak akan kena masalah," terang dr Oryza kepada detikcom, Kamis (12/1/2023).

Menurutnya, lilitan lato-lato sudah mengganggu peredaran darah apabila jari mengalami mati rasa dan membiru. Tanda-tanda ini mengindikasi bahwa pemain perlu berhenti memainkan lato-lato sementara untuk melancarkan kembali aliran darah di jari tangan.

"Terhambatnya aliran darah nggak ngaruh ke pertumbuhan tulang," tambah dr Oryza.

Ia juga mengatakan permainan ini tidak menyebabkan cedera seperti keseleo karena gerakannya sederhana. Perlu diingat, ini berlaku jika lato-lato dimainkan dalam durasi yang wajar. Kalau berjam-jam ya, tanggung sendiri risikonya!

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Awas! Ini Risikonya Jika Jemari Mulai Mati Rasa Saat Main Lato-lato"