Hagia Sophia

18 July 2023

Heboh, China Dikabarkan Bikin Senjata Biologis yang Bisa Ganggu Syaraf Otak

Ilustrasi (Foto: thinkstock)

Selain dituding sengaja bikin COVID-19 untuk senjata biologis, China kini disebut tengah mengembangkan senjata baru yang menargetkan saraf otak.

Rumor tersebut berasal dari sebuah laporan kelompok analis CCP Biothreats Initiative, mereka menyebut Partai Komunis China (PKC) dan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) sedang mengembangkan senjata baru yang dapat mengganggu kinerja otak.

Sebuah dokumen yang disebut milik PKC menunjukkan China mengembangkan metode untuk mengganggu pikiran personel militer hingga pejabat pemerintah.

"Tidak diketahui banyak orang, PKC dan PLA telah memantapkan diri mereka sebagai pemimpin dunia dalam pengembangan senjata neurostrike," kata CCP Biothreats Initiative, seperti dikutip New York Post, Senin (17/7).

Adapun kelompok CCP Biothreats Initiative terdiri dari mantan ahli mikrobiologi Angkatan Darat Amerika Serikat (AS), mantan perwira intelijen Angkatan Udara AS, dan peneliti senior di National University of Singapore East Asian Institute.

Mereka mengklaim China mengembangkan senjata menggunakan gelombang mikro dan energi terarah untuk menyerang, atau bahkan mengendalikan otak mamalia termasuk manusia.

"Namun, persenjataan ilmu saraf PKC jauh melampaui cakupan dan pemahaman senjata gelombang mikro klasik," klaim mereka.

Meskipun demikian, dokumen 12 halaman dari PKC itu tidak berisi detail mengenai senjata tersebut, termasuk bagaimana mereka bekerja.

Di samping itu, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, AS melaporkan ada 1.500 insiden kesehatan anomali di antara para diplomat.

Mereka mengalami serangkaian gejala yang tidak dapat dijelaskan, termasuk gangguan pendengaran, vertigo, mual, dan 'kabut otak', atau dijuluki dijuluki 'sindrom Havana' karena pusatnya adalah misi diplomatik AS di Kuba.

Akan tetapi, belum ada bukti apakah serangan tersebut disebabkan karena 'ulah' musuh atau tidak.

Tujuh badan intelijen AS mengeluarkan penilaian gabungan dari sindrom tersebut pada bulan Maret tahun ini. Lima di antaranya secara konsisten menentang keterlibatan musuh AS dalam menyebabkan insiden yang dilaporkan. Sementara dua badan intelijen AS lainnya ada yang menilai 'tidak mungkin' dan menolak untuk menarik kesimpulan.

Penilaian tersebut juga menemukan tidak ada musuh asing yang memiliki senjata mampu menyebabkan efek kesehatan yang dijelaskan.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ramai Rumor China Siapkan Senjata yang Bisa Ganggu Kerja Otak"