Hagia Sophia

08 October 2023

Kekawatiran Ilmuwan Terhadap Banyaknya Bunga Bermekaran di Antartika

Bukan Keindahan, Bunga Bermekaran di Antartika Jadi Tanda Bahaya. Foto: Twitter @QAreejQ

Bunga yang bermekaran seringkali menjadi pemandangan yang menyenangkan. Namun tidak demikian halnya di Antartika. Ilmuwan malah khawatir dan menyebut ini sebagai tanda bahaya.

Hanya ada dua spesies tanaman berbunga asli Antartika, Antarctic hair grass atau rumput rambut Antartika dan pearlwort atau lumut mutiara.

Karena benua ini sebagian besar tertutup salju dan es, tidak ada banyak ruang bagi mereka untuk tumbuh, tanaman ini sebagian besar terbatas di Kepulauan Orkney Selatan, Kepulauan Shetland Selatan, dan Semenanjung Antartika bagian barat.

Namun, di tengah meningkatnya suhu global dan mencairnya es laut, para peneliti menemukan bahwa tanaman tersebut kini tumbuh jauh lebih cepat dan lebat.

Meskipun ada sejumlah faktor berbeda yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, kaitannya dengan kenaikan suhu sudah jelas.

Menurut Discovering Antarctica, wilayah tersebut telah menghangat rata-rata lebih dari 3 derajat Celcius, dan es laut terus menyusut.

Cuaca yang memanas bahkan dapat menyebabkan spesies invasif mengambil alih benua dan mengusir tanaman asli. Hal ini dapat menimbulkan efek domino dalam skala yang lebih besar, mengganggu keseimbangan lingkungan dan ekosistem setempat.

Antartika Menghangat

Pada tahun 2022, ilmuwan di University of Insubria, Italia, merilis sebuah penelitian yang memperhitungkan populasi dua tumbuhan vaskular asli Antartika (yang memiliki jaringan pembuluh darah khusus untuk pengangkutan air, mineral, dan makanan) di Pulau Signy setempat antara tahun 2009 hingga 2019.

Kedua tanaman ini, rumput rambut Antartika (Deschampsia antarctica) dan lumut mutiara (Colobanthus quitensis), ditemukan telah mengalami letusan dalam jumlah yang banyak selama periode penelitian 10 tahun, bahkan jauh lebih banyak dibandingkan dengan 50 tahun sebelumnya.

Tentu saja, tim berhasil menghubungkan fenomena ini dengan kenaikan suhu udara, yang mulai meningkat dengan cepat di Antartika pada musim panas tahun 2012, serta berkurangnya jumlah anjing laut berbulu, penghuni yang diketahui menginjak-injak tanaman tersebut dan mengurangi jumlah mereka.

Dikutip dari Mashable, namun jika mempertimbangkan semua hal, tren peningkatan suhu di Antartika jelas mengkhawatirkan, karena Antartika Timur mencatat gelombang panas paling parah hingga saat ini pada tahun 2022, dan penelitian menunjukkan bahwa gelombang panas tersebut menjadi lebih hangat sekitar 2 derajat Celcius semata-mata karena adanya pemanasan global dan dampak perubahan iklim.

Laporan mengklaim bahwa selama gelombang panas ini, para peneliti di wilayah tersebut bahkan dapat mengenakan celana pendek di lokasi, bahkan ada yang melepas atasannya untuk berjemur.

Yang lebih mengerikan lagi adalah fakta bahwa para ahli memperkirakan keadaan akan semakin memburuk, dengan gelombang panas di Antartika diperkirakan akan meningkat sekitar 5 atau 6 derajat Celcius pada akhir abad ini, dan dampaknya akan menjadi bencana besar bagi seluruh dunia.





























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Bukan Keindahan, Bunga Bermekaran di Antartika Tanda Bahaya"