Hagia Sophia

07 August 2026

Tekanan Darah Tinggi yang Tidak Terkontrol Bisa Merusak Fungsi Ginjal

Foto ilustrasi: Getty Images/Nadzeya Haroshka

Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering kali dijuluki sebagai 'silent killer'. Kebanyakan orang mendengarnya dan langsung mengaitkannya dengan masalah jantung, seperti serangan jantung, nyeri dada, hingga risiko stroke.

Padahal, dampak tekanan darah tinggi tidak berhenti di situ. Di dalam tubuh manusia, organ-organ bekerja saling terhubung.

Kerusakan paling awal akibat hipertensi justru bisa terjadi di organ lain tanpa disadari, yakni ginjal. Spesialis nefrologi dari Max Super Speciality Hospital Delhi, Dr Nimish Gupta, mengungkapkan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol perlahan-lahan merusak fungsi penyaringan ginjal.

"Tekanan darah tinggi merusak ginjal. Jadi apa yang tampak seperti kondisi gaya hidup biasa sebenarnya bisa jadi merupakan sebuah sinyal alarm bahaya," jelas Dr Gupta, dikutip dari Times of India.

Kerusakan Diam-diam di Dalam Ginjal

Di dalam setiap organ ginjal, terdapat jutaan unit penyaring mikroskopis yang disebut glomerulus. Fungsinya menyaring zat sisa dari darah dan membuangnya lewat urine.

Saat seseorang mengidap hipertensi, darah terdorong melewati saringan halus tersebut dengan tekanan yang terlewat tinggi setiap hari. Lama-kelamaan, tekanan ekstrem ini membuat dinding glomerulus menebal, kehilangan efisiensinya, perlahan rusak, hingga gagal berfungsi.

Mirisnya, proses ini tidak menimbulkan rasa sakit yang tajam atau gejala awal yang mencolok. Kerusakan menumpuk secara diam-diam selama bertahun-tahun hingga akhirnya fungsi ginjal menurun drastis saat terdeteksi melalui pemeriksaan medis.

Tanda Awal yang Sering Dianggap Sepele

Banyak orang mengira penyakit ginjal selalu ditandai dengan gejala parah, seperti nyeri pinggang hebat atau tidak bisa buang air kecil. Padahal, gangguan ginjal stadium awal akibat hipertensi sering kali menunjukkan sinyal yang jauh lebih halus.

Beberapa tanda awal yang patut diwaspadai meliputi:
  • Urine berbusa: Terjadi akibat protein yang seharusnya bertahan di dalam darah mulai bocor dan terbuang melalui urine.
  • Pembengkakan (edema): Penumpukan cairan yang persisten di area pergelangan kaki, kaki, hingga wajah.
  • Kelelahan ekstrem dan mual: Sinyal bahwa penumpukan racun dalam tubuh mulai memicu penurunan fungsi ginjal secara signifikan.
Pemeriksaan Tahunan yang Suka 'Skip'

Orang dengan hipertensi umumnya rajin memantau angka tekanan darah mereka di rumah maupun saat kontrol ke dokter. Tetapi, sangat sedikit yang teringat untuk memeriksakan kondisi ginjal mereka secara berkala.

Dr Gupta menyarankan para pengidap tekanan darah tinggi untuk setidaknya melakukan tes fungsi ginjal dasar dan pemeriksaan urine rutin setahun sekali.

"Tes ini sangat sederhana, hanya membutuhkan sampel darah dan urine. Namun, sering kali dilewati," ungkapnya.

Memiliki angka tekanan darah yang relatif terkontrol lewat obat-obatan juga tidak serta-merta menjamin risiko kerusakan ginjal menjadi nol, terutama jika hipertensi tersebut sudah diidap bertahun-tahun sebelum terdiagnosis.

Kebiasaan Makan dan Garam Tersembunyi

Selain rutin melakukan tes medis, mengontrol asupan natrium atau garam menjadi kunci utama menjaga kesehatan ginjal. Sayangnya, garam kerap 'bersembunyi' dalam makanan sehari-hari yang tidak selalu terasa asin, seperti bumbu instan, makanan kemasan, saus, hingga makanan siap saji.

"Asupan garam yang tinggi tidak hanya meningkatkan tekanan darah, tetapi juga memberikan beban kerja ekstra pada ginjal untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh," tegas Dr Gupta.

Mengurangi garam bukan berarti menyantap makanan yang hambar, melainkan lebih bijak membaca label kemasan dan membatasi produk-produk olahan tinggi natrium. Dunia medis mengenal istilah koneksi kardiorenal (cardiorenal connection), yakni keterikatan erat antara sistem kerja jantung dan ginjal.

Menjaga tekanan darah tetap stabil bukan hanya demi menyelamatkan jantung, melainkan juga melindungi ginjal agar tidak rusak diam-diam.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Waspada, Tekanan Darah Tinggi Jadi Sinyal Bahaya buat Ginjal! Ini Ciri-cirinya"