Hagia Sophia

21 September 2026

Akses Vaskular Jadi 'Penyambung Hidup' Pasien Gagal Ginjal Kronis

Foto ilustrasi: Getty Images/saengsuriya13

Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) merilis data mengejutkan dalam Focus Group Discussion (FGD) memperingati World Patient Safety Day 2026. Hasil survei KPCDI mengungkapkan bahwa hampir 90 persen pasien hemodialisis (cuci darah) di Indonesia harus memulai sesi terapi pertama mereka dalam keadaan darurat medis.

Dari angka tersebut, sekitar 70 persen pasien terpaksa menggunakan kateter ganda (double-lumen catheter/CDL) sebagai akses awal. Sementara itu, hanya 3,6 persen pasien yang sempat mempersiapkan akses permanen berupa Arteriovenous (AV) Fistula atau yang populer dikenal sebagai Cimino.

"Jika hampir 90 persen pasien memulai cuci darah dalam kondisi darurat, maka persoalannya bukan lagi sekadar bagaimana memasang kateter atau membuat Cimino. Kita harus bertanya mengapa pasien tiba di titik itu tanpa persiapan yang cukup," kata Ketua KPCDI Tony Samosir dalam Focus Group Discussion (FGD) KPCDI memperingati World Patient Safety Day 2026, Kamis (17/9/2026).

Menyoal Akses Vaskuler untuk Pasien Gagal Ginjal Kronis

Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Dr d Pringgodigdo, SpPD-KGH, FINASIM, menjelaskan bahwa pada pasien hemodialisis, darah dialirkan dari tubuh ke luar untuk dibersihkan dari racun dan cairan yang tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal sebelum darah dikembalikan lagi ke dalam tubuh.

Akses vaskular pasien cuci darah (hemodialisis) adalah jalur khusus yang dibuat pada pembuluh darah pasien agar darah bisa mengalir keluar dari tubuh menuju mesin dialisis untuk disaring, lalu dikembalikan lagi ke dalam tubuh dengan aman. Proses cuci darah membutuhkan aliran darah yang besar dan cepat sehingga tidak bisa menggunakan pembuluh darah vena biasa yang kecil.

"Kalau alirannya lambat, nggak sesuai juga nggak efektif, nggak adekuat. Jadi salah satu kebutuhan pada pasien cuci darah atau hemodialisis adalah akses vaskular," ucapnya.

Tanpa akses vaskular yang berfungsi dengan baik, mesin hemodialisis tidak dapat menyaring racun dari tubuh. Gagalnya akses vaskular berarti proses cuci darah tidak bisa berjalan, yang dapat mengancam nyawa pasien.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pasien Gagal Ginjal Kronis Butuh Cuci Darah, Akses Vaskular Jadi 'Penyambung Hidup'"