Hagia Sophia

28 July 2022

Vaksin Booster Kedua untuk Nakes Akan Dimulai Besok



Kementerian Kesehatan merilis kebijakan baru vaksin COVID-19 booster kedua atau vaksin dosis keempat. Mulai besok, Jumat (29/7/2022) seluruh tenaga kesehatan sudah bisa menerima vaksin COVID-19 booster kedua atau dosis keempat.

Pertimbangan pemberian vaksin COVID-19 booster kedua atau dosis keempat yakni kasus COVID-19 yang kembali melonjak. Karenanya, Kemenkes RI menilai vaksin COVID-19 booster kedua dibutuhkan tenaga kesehatan RI. Terlebih, baru-baru ini, ada dua dokter yang meninggal karena COVID-19 di gelombang baru, menurut Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono.

Penularan Cacar Monyet Bisa Melalui Droplet dan Kontak Dekat


Kementerian Kesehatan RI menegaskan penyakit cacar monyet yang kini merebak bukanlah penyakit menular seksual. Penegasan ini meluruskan salah paham terkait temuan bahwa cacar monyet kini terkonsentrasi pada kelompok pria yang melakukan hubungan seks dengan sesama pria atau bergonta-ganti pasangan.

Disebutkan, hingga kini tidak ada bukti bahwa cacar monyet bisa menular lewat air mani atau cairan pada vagina. Namun lantaran dalam aktivitas seks terdapat kontak dekat, aktivitas tersebut bisa menjadi sarana penularan virus cacar monyet.

"Tidak dikatakan bahwa (cacar monyet) adalah penyakit menular seksual," ujar spesialis penyakit dalam dan konsultan penyakit infeksi, dr Robert Sinto, SpPD, K-PTI-RSCM, dalam konferensi pers virtual 'Update Penanganan Monkeypox di Indonenesia' oleh Kemenkes RI, Rabu (27/7/2022).

Pemerintah Akan Berikan Dosis Keempat Vaksin COVID-19 untuk Nakes

Pemerintah bakal melakukan vaksinasi COVID-19 dosis keempat, dalam waktu dekat. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sidikin menyebut tenaga kesehatan (nakes) yang akan di utamakan untuk diberikan vaksin tersebut.

"Sebentar lagi akan kita laksanakan (vaksinasi dosis keempat) dan kita utamakan ke nakes (tenaga kesehatan) dulu," kata Budi, di Palembang, Rabu (27/7/2022).

Dia menjelaskan mengapa nakes yang mejadi target awal vaksinasi dosis keempat tersebut. Dia menilai, nakes merupakan garda terdepan yang setiap saat menangani pasien COVID-19, baik di tinggkat klinik, puskesmas hingga rumah sakit.

27 July 2022

Update COVID-19: 27 Juli 2022 Kasus COVID-19 Bertambah 6.438 dan 11 Meninggal


Indonesia mencatat 6.438 kasus baru COVID-19, Rabu (27/7/2022). Seiring itu, tercatat pasien sembuh sebanyak 3.825 dan pasien meninggal dunia akibat COVID-19 sebanyak 11.

Total kasus aktif kini ada sebanyak 46.024, dengan total kasus COVID-19 terkonfirmasi di Indonesia kini ada sebanyak 6.185.311.

Hari ini, tercatat sebanyak 124.346 spesimen diperiksa dengan jumlah suspek sebanyak 6.899.

Kemenkes: Sampai Saat Ini, Indonesia Nihil Kasus Cacar Monyet


Kementerian Kesehatan RI melaporkan sempat terdapat 9 suspek pasien cacar monyet di Indonesia. Namun menurut hasil tes, seluruhnya dinyatakan negatif cacar monyet. Lantas, apa kabar kontak erat dari suspek cacar monyet tersebut?

Hal itu dipaparkan oleh juru bicara Kemenkes RI, Mohammad Syahril, dalam konferensi pers virtual bertajuk 'Update Penanganan Monkeypox di Indonesia', Rabu (27/7/2022). Dalam paparannya dituliskan, sebanyak dua orang terlapor sebagai kontak erat kini masih dalam penyelidikan.

COVID-19 Kembali Meningkat di Australia, Kasus Kematian Cetak Rekor


Gelombang baru virus Corona (COVID-19) yang melanda Australia membuat jumlah pasien Corona yang dirawat di rumah sakit terus bertambah hingga mencapai rekor tertinggi untuk dua hari berturut-turut. Angka kematian harian akibat Corona juga meningkat hingga mencetak rekor tertinggi kedua sepanjang pandemi.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (26/7/2022), data terbaru otoritas Australia menyebutkan nyaris 5.600 pasien Corona kini tengah dirawat di berbagai rumah sakit. Data yang dirilis Selasa (26/7) waktu setempat itu menyebut adanya 100 tambahan kematian akibat Corona dalam sehari.

Angka kematian itu sedikit di bawah 102 kematian dalam sehari yang dilaporkan pada Sabtu (23/7) lalu.

Mungkinkah Ini Penyebab Hepatitis Akut Misterius?


Mulai terkuak, peneliti di Inggris menemukan fakta baru di balik kemunculan hepatitis misterius. Riset yang dirilis Senin (26/7) menunjukkan adanya koinfeksi dua virus umum pada pasien hepatitis akut misterius, tetapi tidak terkait virus Corona.

Dikutip dari Channel News Asia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga kini sudah melaporkan 1.010 kasus hepatitis misterius, dengan 46 orang memerlukan transplantasi hati, 22 orang meninggal dunia sejak Oktober lalu.

Dalam dua studi baru di Skotlandia dan London, para ilmuwan melaporkan virus lain, AAV2 (virus terkait adeno 2) yang dinilai memainkan peran penting dan ditemukan pada 96 persen dari keseluruhan pasien yang diperiksa. AAV2 biasanya tidak diketahui menyebabkan penyakit dan tidak dapat mereplikasi dirinya sendiri tanpa adanya virus 'penolong' lain.