Hagia Sophia

27 March 2026

Perang AS-Iran Membuat Pasokan Obat Kanker dan Vaksin Terancam

Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS

Eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan serangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini membawa dampak mengerikan yang melampaui zona pertempuran. Jalur udara yang selama ini menjadi nadi utama pengiriman obat-obatan kritis, terutama obat kanker dan vaksin, mulai mengalami kelumpuhan di beberapa titik transit global.

Penutupan bandara-bandara besar di wilayah Teluk seperti Dubai, Abu Dhabi, dan Doha menjadi pukulan telak bagi logistik kesehatan. Padahal, bandara-bandara ini adalah pusat fasilitas cold-chain (rantai dingin) terbesar yang menjaga suhu obat-obatan sensitif agar tetap efektif hingga ke tangan pasien.

Pertama dalam Sejarah, India Izinkan Penghentian Alat Bantu Hidup untuk Pasien

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Setelah lebih dari satu dekade terjebak dalam kondisi vegetatif tanpa harapan sembuh, Harish Rana (31), seorang mantan mahasiswa teknik di India, akhirnya diizinkan untuk "pergi" dengan tenang. Mahkamah Agung India mengeluarkan keputusan bersejarah yang mengizinkan penghentian alat bantu hidup bagi Harish, menjadikannya kasus eutanasia pasif pertama yang disetujui pengadilan di negara tersebut.

Tragedi ini bermula pada tahun 2013, ketika Harish terjatuh dari balkon lantai empat asramanya. Cedera kepala hebat membuatnya koma selama 11 tahun. Sejak saat itu, dunianya hanya sebatas tempat tidur rumah sakit; ia bernapas melalui tabung trakeostomi dan makan melalui selang gastrostomi tanpa bisa melihat, mendengar, atau mengenali siapa pun.

Mengenal Plus-Minusnya Teflon dan Stainless Steel untuk Memasak

Material antikarat. Foto: Getty Images/iStockphoto/luana rigolli

Teflon sering jadi andalan di dapur karena praktis dan punya permukaan antilengket, sehingga memasak jadi lebih mudah dan tidak banyak minyak yang dibutuhkan. Di sisi lain, stainless steel dikenal lebih kuat, tahan lama, dan kerap dianggap lebih "aman" untuk penggunaan jangka panjang.

Dengan kelebihan dan kekurangan tersebut, banyak orang malah jadi bingung menentukan pilihan. Sebenarnya, mana yang lebih sehat untuk memasak sehari-hari: teflon atau stainless steel?

Puasa Syawal Bisa Bantu Lambung Adaptasi Usai Lebaran

Ilustrasi (Foto: Getty Images/Choreograph (Konstantin Yuganov)

Setelah sebulan penuh berpuasa Ramadan, sistem pencernaan kita memerlukan proses adaptasi sebelum kembali ke pola makan normal. Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, mengingatkan agar masyarakat tidak langsung "balas dendam" dengan porsi makan besar usai Lebaran.

Menurutnya, transisi ini sangat penting agar lambung tidak kaget. Salah satu metode transisi alami yang sangat dianjurkan adalah dengan menjalankan ibadah puasa Syawal.

Kenapa Gampang Diare Saat Lebaran? Ini Kata Pakar

Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Phira Phonruewiangphing)

Momen Lebaran tentu identik dengan beragam makanan dan minuman khas, mulai dari yang manis, gurih, hingga pedas. Namun, di balik kenikmatan itu, tak sedikit orang yang mengeluhkan gangguan pencernaan, salah satunya diare.

Pakar penyakit pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH mengatakan banyaknya keluhan diare saat Lebaran disebabkan oleh tubuh yang masih beradaptasi setelah satu bulan berpuasa.

Salah Satu Penyerang Paling Tajam di Liga Inggris, Ini Pola Latihan dan Diet Mo Salah

Mohamed Salah dengan seragam Liverpool (Foto: Getty Images/Molly Darlington)

Kabar mengejutkan datang dari Mohamed Salah. Penyerang Liverpool tersebut akan meninggalkan The Reds begitu musim 2025/2026 tuntas.

Dikutip dari situs resmi Liverpool, klub dan Salah sudah mencapai kata sepakat untuk berpisah musim panas nanti atau lebih cepat setahun dari kontraknya yang habis pada tahun 2027.

Tips Hindari 'Post Holiday Blues' Karena Liburan Usai

Ilustrasi (Foto: Getty Images/MTStock Studio)

Libur Lebaran telah usai. Setelah momen kumpul keluarga, silaturahmi, hingga makan enak selama beberapa hari, tak sedikit orang justru merasa 'gagal move on'. Kondisi ini kerap dikenal sebagai post holiday blues.

Psikolog sekaligus pendiri Ohana Space Veronica Adesla, MPsi mengatakan kondisi ini memang wajar terjadi. Hal ini sebagai situasi saat seseorang masuk ke dalam masa transisi.