Hagia Sophia

24 September 2026

BGN: Tolak MBG yang Tak Ada Label Waktu Makan

Foto: Rifki Afifan Pridiasto

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono atau Mas Dar menegaskan keamanan pangan sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia meminta kepala sekolah dan guru untuk tegas menghentikan pembagian makanan apabila ditemukan ketidaksesuaian, khususnya terkait label waktu pada setiap wadah makanan.

"Kalau makan itu diterima oleh sekolah tidak ada labelnya di setiap omprengnya, itu saya minta untuk tidak dibagikan, ditolak. Jadi minta untuk dapurnya memberikan label di setiap omprengnya," tegas Mas Dar dalam Kick Off Webinar Literasi bagi Kepala Sekolah, Selasa (15/9).

Ia juga meminta agar label mencantumkan waktu secara spesifik, bukan sekadar keterangan seperti satu atau dua jam setelah diterima. Menurutnya, informasi waktu tersebut penting untuk memastikan makanan dikonsumsi dalam batas waktu yang aman.

"Bukan satu-dua jam setelah diterima. Karena satu-dua jam setelah diterima itu nggak jelas jamnya berapa. Jadi sebenarnya ini kayak semacam expiration date," ujarnya.

Ia menegaskan BGN tidak akan memberikan toleransi terhadap dapur MBG yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.

Mas Dar juga mengatakan pembenahan terhadap dapur MBG terus dilakukan, termasuk menutup dapur yang tidak sesuai, memberhentikan tenaga yang tidak memenuhi ketentuan, serta menetapkan standar baru yang lebih tinggi dari sisi keamanan pangan.

Karena itu, Ia meminta kepala sekolah dan guru aktif memberikan feedback apabila menemukan persoalan dalam layanan MBG, termasuk masalah label maupun menu.

"Bapak-Ibu guru boleh protes ke SPPG-nya, tapi di-CC itu ditembuskan ke saya. Ada emailnya, sampaikan saja. Nggak perlu takut," kata Mas Dar.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "BGN Minta Sekolah Tolak MBG yang Tak Ada Label Waktu Makan"