Hagia Sophia

09 August 2026

Satu Keluarga Keracunan MBG, Kepala BGN: Makanan Dibawa Pulang

Kepala BGN Sudaryono (Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono pernah ada satu kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa satu keluarga. Hal ini karena makanan dibawa pulang oleh siswa, padahal sesuai SOP harus segera dimakan.

"Mohon maaf, ada satu case keracunan karena makanannya dibawa pulang. Jadi misalnya dia sudah benar semua dapurnya, sudah diberikan ke siswanya di waktu yang juga masih sesuai, yang benar jam 9 jam 10 (pagi)," kata Sudaryono di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026).

Psikiater: Dokter-Nakes Bisa Kehilangan Empati Saat Burnout Tak Tertangani

Ilustrasi (Foto: Getty Images/lusia599)

Kasus pasien BPJS Kesehatan yang mengeluhkan harus menunggu delapan jam untuk mendapat ruang rawat inap menjadi sorotan setelah sejumlah dokter dan tenaga kesehatan melontarkan komentar bernada merendahkan terhadapnya di media sosial.

Psikiater dr Lahargo Kembaren, SpKJ, mengatakan kasus tersebut perlu dilihat dari berbagai sisi. Di satu sisi, pasien memang mengalami penderitaan karena harus menunggu pelayanan dalam waktu lama. Namun di sisi lain, pada saat yang sama tenaga kesehatan juga dapat menghadapi tekanan besar dalam menjalankan tugasnya.

Pasien Curhat Nunggu 8 Jam, BPJS Kesehatan Jelaskan Aturannya

Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom

Belakangan ramai kasus pasien BPJS Kesehatan yang mengeluhkan belum mendapat ruang rawat inap meski telah menunggu selama delapan jam. Unggahan pasien tersebut kemudian menuai sejumlah komentar dari dokter dan tenaga kesehatan yang dinilai tidak berempati.

Menanggapi polemik tersebut, BPJS Kesehatan turut menjelaskan ketentuan pelayanan rawat inap bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

SPPG Wajib Punya SLHS Atau Ditutup Permanen

Kepala BGN Sudaryono (Foto: Andhika Prasetia/detikFoto)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan bahwa setiap dapur MBG atau SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) kini wajib mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kalau tidak, siap-siap izin akan dicabut dan tidak boleh beroperasi.

"Dan SLHS ini bukan SLHS-nya baik, cukup atau nggak, ini antara 0 atau 1. You memenuhi persyaratan SLHS atau tidak. Kalau nggak, tutup permanen," kata Sudaryono di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026).

Mungkinkah STR Para Dokter yang Hina Pasien BPJS Dicabut?

Ilustrasi (Foto: Getty Images/lusia599)

Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) memastikan dugaan pelanggaran yang dilakukan sejumlah dokter terkait unggahan bernada menghina pasien BPJS Kesehatan tetap akan diproses, meski yang bersangkutan telah menyampaikan permintaan maaf.

Ketua Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) Arianti Anaya mengatakan proses pemeriksaan akan tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Hasil pemeriksaan nantinya akan menentukan ada atau tidaknya pelanggaran disiplin profesi maupun etik.

Apakah Nyeri Pemilik Flat Foot Bisa Hilang Sepenuhnya?

Foto ilustrasi: Getty Images/Boy_Anupong

Banyak orang dengan kondisi kaki datar atau flat foot mengeluhkan nyeri saat berolahraga. Keluhan biasanya muncul di telapak kaki, tumit, pergelangan kaki, hingga betis setelah berjalan jauh, berlari, atau melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi.

Lantas, apakah nyeri pada pemilik flat foot bisa hilang sepenuhnya?

BGN Prioritaskan Dapur MBG di Wilayah Tinggi Stunting

Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth

Badan Gizi Nasional (BGN) menggunakan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait stunting dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Data di Kementerian Kesehatan ini top luar biasa. Jadi CKG, kemudian pelibatan data mendata di mana stunting itu ada semua," kata Kepala BGN Sudaryono di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026).