Hagia Sophia

22 September 2026

Anak Lebih Rentan Kena Influenza dengan Gejala Berat, Ini Kata Pakar

Ilustrasi anak menggunakan masker saat terkena influenza (Foto: Getty Images/kokouu)

Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof Dr dr Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K), mengatakan influenza, baik tipe A maupun B, dapat menyerang siapa saja. Namun, risiko mengalami gejala berat lebih tinggi pada kelompok tertentu, khususnya pada anak-anak.

"Siapa saja yang bisa terkena influenza baik A maupun B itu semuanya, tetapi yang berisiko untuk mengalami berat ada anak, lansia, ibu hamil, serta yang punya komorbid," kata dr Anggraini dalam media briefing, Jumat (18/9/2026).

dr Anggraini menjelaskan, sekitar 5 persen anak yang mengalami influenza dapat memerlukan perawatan di rumah sakit. Dari anak yang dirawat inap tersebut, sekitar 80 persen berusia di bawah 2 tahun. Bahkan, separuhnya merupakan bayi berusia kurang dari 6 bulan.

"Sehingga tidak heran balita kemudian yang memiliki komorbid terutama neurologi atau yang butuh perawatan lama, atau anak-anak yang di daycare karena padat termasuk juga di area padat itu berisiko untuk terinfeksi oleh influenza," ujarnya.

Anak memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi flu bergejala dibandingkan orang dewasa. Anak usia 0-17 tahun disebut 2 kali lebih mungkin mengalami infeksi flu bergejala. Salah satu alasannya adalah sistem kekebalan tubuh anak yang masih berkembang dan belum banyak memiliki pengalaman menghadapi berbagai virus.

Selain itu, secara fisik anak memiliki tubuh yang lebih kecil dibandingkan orang dewasa. Ketika berada di lingkungan dengan orang yang batuk atau bersin, anak dapat lebih mudah menghirup partikel yang berada di udara.

"Jangan heran bila mana seorang anak yang masih tingginya itu kan di bawah dewasa, mereka lah yang kalau kita bicara, kita bersin, kita batuk, menghirup semua partikel-partikel halus sehingga mereka lah yang tertular," jelas dr Anggraini.

Di sisi lain, lanjutnya, anak yang sudah terinfeksi influenza juga dapat menyebarkan virus dalam waktu lebih lama. Menurut dr Anggraini, kondisi tersebut serupa dengan yang dapat terjadi pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu atau immunocompromised.

"Nah tetapi anak pulalah bila mana dia terinfeksi sama dengan pasien immunocompromised akan menyebarkan virusnya lebih lama," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kenapa Anak Lebih Rentan Kena Influenza dengan Gejala Berat? Ini Kata Pakar IDAI"