Hagia Sophia

22 September 2026

Kisah Wanita Idap Kanker Ovarium di Usia 30-an, Ini Gejalanya

Wanita di Tangeran kena kanker ovarium di usia 30-an. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Viral di media sosial seorang wanita di Tangerang menceritakan perjuangan mengidap kanker ovarium di usia 30-an. Kanker yang diidap oleh wanita bernama Halimatus Sjadiah (34) tersebut pertama kali ditemukan pada tahun 2022 dan sudah masuk ke stadium 3.

Perempuan yang lebih akrab dipanggil Ima tersebut menceritakan dirinya sempat menjalani remisi pada tahun 2023, kemudian relaps. Kanker yang diidapnya itu juga sudah bermetastasis atau menyebar ke otak, sehingga sempat harus menjalani operasi pengangkatan tumor di pertengahan tahun 2026.

"Butuh 4 tahun untuk akhirnya aku bisa bilang dengan bangga, 'hai aku Ima aku pejuang kanker ovarium stadium 3'. Aku sudah menjalani serangkaian pengobatan sejak tahun 22 sampai dengan saat ini masih on going," ungkap Ima lewat salah satu kontennya, dikutip detikcom dengan izin yang bersangkutan.

Ima menuturkan ada beberapa gejala yang dialaminya sebelum akhirnya mendapat diagnosis tersebut. Salah satunya adalah perut yang membuncit.

Namun, Ima mengaku waktu itu belum mencurigai kondisi tersebut. Ia menyebut gejala perut buncit itu juga dibarengi dengan rasa begah terus menerus.

"Singkat cerita, setelah diagnosisnya tegak, aku runut ke belakang. Ternyata gejalanya sudah ada cuma aku nggak sadar karena memang nggak spesifik," ungkap Ima ketika berbincang dengan detikcom, Jumat (18/9/2026).

Gejala lain yang dirasakannnya meliputi sering buang air kecil, sembelit, nafsu makan menurun, mudah lelah, dan menstruasi tidak lancar.

Hingga saat ini Ima masih terus menjalani pengobatan untuk kanker yang diidapnya. Ia mengalami beberapa efek samping dari prosedur kemoterapi, namun dirinya masih bisa me-maintain kondisi tersebut.

Sejauh ini dirinya sudah menjalani 3 kali operasi, 33 kali radiasi, 18 terapi target, dan 26 kali kemoterapi.

"Untuk yang di otak masih nunggu evaluasi," ujarnya.

Kanker Sudah Metastasis Otak

Pada awal 2026, Ima mengeluhkan nyeri kepala yang tak kunjung hilang selama menjalani proses perawatan. Ia akhirnya memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter saraf.

Setelah menjalani pemeriksaan MRI, ditemukan ada tumor di otaknya. Setelah berkonsultasi ke beberapa rumah sakit, Ima akhirnya memutuskan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan PET Scan terlebih dahulu, lalu menjalani operasi setelah mendapatkan hasilnya.

"Alhamdulillah operasi aku di tanggal 6 Mei lalu berjalan dengan lancar. Pagi aku operasi, siangnya sadar tanpa ICU, sorenya sudah bisa makan," cerita Ima.

"Ini adalah operasi aku yang ketiga. Operasi yang paling aku takutin karena menyangkut otak dan mengingat riwayat akku juga memang masih menjalani pengobatan kanker," sambungnya.

Hasil patologi pasca operasi menunjukkan, tumor tersebut adalah metastasis dari kanker ovarium yang sudah ada.

Pentingnya Dukungan Lingkungan

Ima berharap lewat konten yang dibagikan, ini bisa menjadi salah satu penguat untuk setiap orang yang menghadapi kondisi serupa, termasuk dirinya. Terlebih, perawatan kanker membutuhkan tenaga yang besar dan waktu yang tidak sedikit.

Bagi Ima, perawatan kanker yang dijalaninya 4 tahun belakangan ini tidak selalu dilalui dengan kuat. Banyak rintangan terjal serta ups and downs yang harus dihadapi.

Namun, ia begitu bersyukur dikelilingi orang yang selalu mendukungnya dalam menjalani pengobatan. Terlebih, semenjak membagikan kisahnya di media sosial, banyak warganet lain yang juga menceritakan kisah perjuangan serupa.

"Aku bisa bertahan sejauh ini karena dukungan dari orang tua, keluarga terdekat, dan semua orang yang mendoakan," ceritanya.

"Juga karena kemauan dari diriku sendiri untuk tetap jalan, dan yang paling utama karena keyakinan bahwa Allah selalu menyertai. Dengan itu aku jadi lebih ikhlas ngejalaninnya," tandas Ima.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Viral Kisah Wanita Tangerang Idap Kanker Ovarium di Usia 30-an, Ini Gejalanya"