![]() |
| Mencuci beras. Foto: Getty Images/Jenpol |
Cara mencuci beras ternyata harus disesuaikan jika butiran berasnya telah difortifikasi atau diberi tambahan nutrisi. Salah cuci bisa berdampak hilangnya beberapa nutrisi yang digambahkan.
Pakar Gizi Universitas Andalas Dr Syahrial, SKM, M.Biomed membenarkan, kandungan mikronutrien dalam beras fortifikasi dapat berkurang saat proses pencucian. Ia mencontohkan seperti vitamin B1, vitamin B12, dan asam folat yang memang sering ditambahkan ke dalam beras fortifikasi.
Tujuan membeli beras fortifikasi adalah untuk mendapatkan tambahan zat gizi mikro dari vitamin dan mineral yang sudah ditambahkan. Namun, beras tetap perlu dicuci sebelum dimasak menjadi nasi. Cara mencuci beras menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar kandungan zat gizi di dalamnya tetap terjaga.
Menurut Syahrial, beras fortifikasi sebaiknya tidak diremas saat dicuci. Beras cukup diberi air, kemudian dibolak-balik secara perlahan sebelum air cucian dibuang.
"Cara mencuci beras yang benar itu seperti apa? Tidak diremas, tapi dituang air, kemudian dibolak-balik seperti itu aja, kemudian airnya dibuang. Satu kali saja cukup untuk mempertahankan komponen vitamin tadi itu," jelas Syahrial kepada detikcom, Jumat (18/9/2026).
Beras fortifikasi mengandung lima komponen gizi yang ditambahkan, yaitu vitamin B1, vitamin B12, asam folat, zat besi, dan zinc.
Dari komponen tersebut, vitamin memiliki karakteristik yang lebih mudah mengalami penurunan selama proses pengolahan. Vitamin B1, vitamin B12, dan asam folat dapat berkurang konsentrasinya selama beras diolah menjadi nasi.
Proses pencucian juga perlu diperhatikan karena beras bersentuhan langsung dengan air. Pencucian yang dilakukan berulang kali atau dengan cara meremas beras berpotensi mengurangi kandungan vitamin yang ditambahkan.
Karena itu, pencucian satu kali dengan gerakan membolak-balik secara perlahan menjadi cara yang disarankan. Beras tidak perlu diremas dan tidak perlu dicuci berulang kali.
Sementara itu, kandungan mineral seperti zat besi dan zinc relatif lebih stabil. Mineral memiliki sifat yang lebih tahan terhadap proses pengolahan karena terikat kuat.
Perbedaan tersebut membuat vitamin menjadi komponen yang lebih perlu diperhatikan selama proses pencucian dan pemasakan beras fortifikasi. Kandungan vitamin juga dapat berkurang akibat pemanasan saat beras dimasak, meski besarnya perubahan perlu dibuktikan melalui penelitian ilmiah yang membandingkan kandungan sebelum dan setelah pemasakan.
Beras fortifikasi dapat menjadi salah satu sumber tambahan zat gizi mikro dalam pola makan sehari-hari. Namun, pemenuhan kebutuhan vitamin dan mineral tidak cukup hanya mengandalkan satu jenis pangan.
Syahrial juga mengingatkan, sumber nutrisi tetap harus beragam. Nutrisi seperti vitamin perlu juga didapat dari beragam sumber pangan, termasuk buah dan sayuran.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Begini Cara Cuci Beras Fortifikasi, Pakar Gizi Sebut Nutrisinya Hilang kalau Asal-asalan"
