Hagia Sophia

28 March 2023

Tips Diet di Bulan Puasa Tanpa Perlu Olahraga

Ilustrasi diet. (Foto: Getty Images/iStockphoto/AJ_Watt)

Bulan puasa kerap kali dijadikan ajang untuk menurunkan berat badan. Menahan lapar selama puasa, bagi beberapa orang, dianggap dapat membantu mensukseskan upaya untuk diet. Cara-cara diet di bulan puasa tanpa olahraga pun banyak dicari sebab beberapa orang memilih untuk tidak berolahraga saat puasa.

Bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan di bulan puasa, penting untuk memperhatikan pola makan, terutama jika memilih untuk tidak berolahraga. Meskipun memang, diet ideal adalah dengan menjaga pola makan dan berolahraga, tetapi tak perlu khawatir beberapa cara berikut ini dapat dicoba jika ingin menurunkan berat badan tanpa olahraga.

Mengenal Pholcodine yang ada di Sirup Obat Batuk Australia

BPOM RI angkat bicara soal penarikan sirup obat batuk mengandung Pholcodine di Australia (Foto: Getty Images/iStockphoto/Pornpak Khunatorn)

Otoritas Pengawasan Regulatori Obat di Australia (Therapeutic Goods Administration atau TGA) menarik izin edar sirup obat batuk yang mengandung Pholcodine imbas temuan efek alergi mematikan. Apa itu sebenarnya phocodine?

"Menyusul penyelidikan keamanan obat-obatan yang mengandung pholcodine, TGA telah memutuskan untuk membatalkan pendaftaran obat-obatan ini di Australia dan menariknya kembali dari apotek," ungkap pihak TGA melalui laman resmi pemerintah Australia.

Tips Atasi Kantuk di Bulan Puasa Tanpa Kopi

Gampang Terkantuk-kantuk Saat Puasa? Begini Mengatasinya Tanpa Kopi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Jirapong Manustrong)

Beberapa orang sangat mengandalkan kopi untuk tetap 'alert' saat bekerja di siang hari. Saat puasa, banyak orang gampang terkantuk-kantuk karena tidak bisa menjalankan rutinitas ngopi tersebut.

Kepada detikcom, praktisi kesehatan tidur dari RS Primaya Bekasi Timur, dr Radite Nusasenjaya, MKK, Sp.Ok, mengatakan bahwa adanya perubahan kebiasaan selama puasa dapat berdampak pada pola tidur. Salah satu perubahan fisiologis yang terjadi adalah irama sirkadian, yang ditandai dengan menurunnya kadar melatonin.

Ini Saran Pakar Agar Kuat Nahan Haus Saat Puasa

Ahli menyarankan untuk menjaga massa otot agar bisa kuat menahan haus saat berpuasa. (Foto: Getty Images/svetikd)

Belakangan tren menggunakan oralit saat sahur ramai diperbincangkan. Gegernya hal ini sampai membuat persediaan oralit di beberapa apotek habis. Oralit disebut-disebut dapat membantu menahan rasa haus selama berpuasa.

Padahal, tanpa menggunakan oralit pun tubuh dapat menjaga cairan di dalam tubuh. Hal ini dijelaskan oleh Dr Rita Ramayulis, DCN, M Kes, nutrisionis di RS Royal Progress.

Sirup Obat Batuk Mengandung Pholcodine Ditarik di Australia, Bagaimana di Indonesia?

Ilustrasi sirup obat batuk. Foto: Getty Images/iStockphoto/simarik

Otoritas Pengawasan Regulatori Obat di Australia (Therapeutic Goods Administration atau TGA) baru-baru ini mencabut izin edar sirup obat batuk yang mengandung Pholcodine. Indonesia bakal ambil langkah serupa?

Pencabutan izin edar tersebut mengacu pada kemunculan data yang menyebut penggunaan Pholcodine dapat berinteraksi dengan obat pelemas otot (neuromuscular blocking agents) yang diberikan saat pelaksanaan anestesi. Efeknya, timbul reaksi anafilaksis yakni reaksi alergi yang muncul secara tiba-tiba, bersifat parah, dan mengancam jiwa.

Seorang Pakar Kesehatan Bantah Kalau Virus Marburg Berasal dari Jerman

Virus Marburg meluas, disebut bocor dari laboratorium di Jerman. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)

Virus Marburg mulai meluas ke luar Guinea Khatulistiwa, Afrika Barat. Otoritas Tanzania, Afrika Timur, mengonfirmasi lima pasien virus Marburg meninggal dunia.

Tersisa tiga pasien dari total delapan kasus yang ditemukan mengalami gejala mematikan seperti demam, muntah, perdarahan, hingga gagal ginjal. Ketiganya masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.

Penyebaran Virus Marburg Makin Meluas di Afrika, Miliki Tingkat Kematian Hingga 90 Persen

WHO menyatakan penyebaran kasus virus marburg meningkat cukup serius. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan risiko virus marburg (MVD) yang sangat tinggi seiring penyebarannya di Afrika. Virus yang memiliki tingkat kematian bekisar antara 25 hingga 90 persen itu telah menyebar dari distrik pedesaan di Guinea Khatulistiwa ke daerah yang lebih padat penduduknya.

WHO melaporkan penularan penyakit virus Marburg yang terus berlanjut di Guinea Khatulistiwa pada 22 Maret 2023. Jumlah terkonfirmasi saat ini ada 29 kasus, termasuk 27 kematian.