Hagia Sophia

11 June 2023

Warga Badui Kini Mau Berobat dengan BPJS

Warga Badui berobat pakai BPJS. (Foto: Dok Kemenkes RI)

Kementerian Kesehatan RI melaporkan sejumlah warga Badui kini mulai mengakses pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan sebagai peserta penerima bantuan iuran (PBI). Alias layanan diberikan secara gratis.

Dari semula hanya memakai pengobatan tradisional, keinginan warga Badui untuk beralih ke BPJS berangkat dari kesembuhan seorang bocah yang awalnya lumpuh.

Ini Kebiasaan yang Bisa Merusak Tubuh di Usia 30-an

Ilustrasi badan nyeri. (Foto: Ryutaro Tsukata/Pexels)

Seiring pertambahan usia, manusia perlu mengatur pola makan menjadi lebih sehat. Penelitian menemukan manusia yang mulai memasuki dekade usia 30-an harus mengatur kebiasaan sehat dan menjaga diri, termasuk makan dengan baik, diet seimbang, dan sehat. Hal ini karena kebiasaan makan tertentu mungkin dapat menyebabkan kerusakan tubuh.

Pasalnya, tubuh manusia di usia 30-an mengalami banyak perubahan. Dikutip dari Eat This, Not That! perubahan tersebut termasuk meningkatnya lemak tubuh, menurunnya kesehatan tulang, dan jantung karena hipertensi.

Kebiasaan Orang Jepang di Pagi Hari yang Membuat Sehat dan Panjang Umur

4 ritual warga Jepang. (Foto: Khadijah Nur Azizah/ detikHealth)

Banyak orang pastinya ingin memiliki umur yang panjang. Hal ini tentunya memerlukan gaya hidup yang sehat. Bagi mayoritas warga Jepang, gaya hidup sehat telah menjadi bagian dari keseharian mereka.

Tak hanya menjalankan kebiasaan-kebiasaan ini untuk memulai hari, mereka bahkan memiliki 'ritual' untuk lebih bersemangat dalam membuka hari.

Ini Alasan Wanita Jepang Tidak Ingin Miliki Anak Walau Sudah Menikah

Ilustrasi curhat wanita di Jepang soal alasan tidak mau punya anak. Foto: David Mareuil/Getty Images

Imbas banyak warganya enggan memiliki anak, Jepang kini dilanda krisis populasi dengan angka kelahiran yang anjlok. Kini semakin banyak wanita memilih untuk melajang seumur hidup. Tak sedikit juga wanita yang sudah menikah, namun memilih untuk tidak membesarkan anak.

Salah satu faktor yang banyak dikeluhkan wanita di Jepang tak lain rasa tertekan untuk menyesuaikan diri dengan harapan masyarakat tradisional dalam hal pernikahan dan memiliki anak. Namun di samping itu, ada juga wanita yang memutuskan untuk tidak punya anak karena alasan personal, misalnya karena pengalaman kurang menyenangkan di masa lalu.

Satgas COVID-19: Sebaiknya Pakai Masker Kalau Situasinya Seperti Ini

Foto: Agung Pambudhy

Seiring kasus COVID-19 yang kian terkendali di Indonesia, Satgas Penanganan COVID-19 mengeluarkan sederet protokol kesehatan terbaru. Di antaranya, mencakup aturan penggunaan masker yang kini hanya diwajibkan kepada orang yang sedang kurang sehat.

"Diperbolehkan tidak menggunakan masker apabila dalam keadaan sehat dan tidak berisiko tertular atau menularkan COVID-19," tertera dalam SE Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Protokol Kesehatan pada Masa Transisi Endemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), dikutip detikcom, Sabtu (10/6/2023).

Warga Jepang Bisa Hidup Hingga 100 Tahun? Ini Kata Peneliti

Lansia di Jepang. (Foto: Dikhy Sasra)

Jepang terkenal akan banyak warganya yang hidup sehat, bahkan bisa hidup hingga mencapai usia lebih dari 100 tahun. Lantas jika ingin hidup sehat layaknya banyak orang Jepang, apa sih trik yang bisa ditiru?

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa ada virus spesifik di usus yang dapat memiliki efek baik untuk flora usus dan kesehatan manusia. Hal itu diungkapkan oleh para peneliti di University of Copenhagen.

Prokes Terbaru: Warga Boleh Copot Masker di Bis dan KRL

Protokol kesehatan di KRL. (Foto: Tiara/detikcom)

Situasi pandemi COVID-19 di Indonesia terpantau kian terkendali. Menyusul itu, Satgas Penanganan COVID-19 baru saja merilis protokol kesehatan terbaru yang dimuat dalam SE Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Protokol Kesehatan pada Masa Transisi Endemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Salah satunya, mengatur penggunaan masker.

Sebelumnya, meski aturan penggunaan masker telah dilonggarkan, masyarakat tetap diminta untuk mengenakan masker ketika berada di transportasi umum seperti bus dan KRL. Namun kini, masyarakat sudah boleh beraktivitas di angkutan umum tanpa masker, asalkan dalam kondisi tubuh sehat dan tidak berisiko menularkan atau tertular virus Corona.