Hagia Sophia

17 February 2023

BPOM: Banyak Jajanan Cikibul Gunakan Nitrogen Cair yang Bukan untuk Makanan

BPOM RI menyebut sebagian besar jajanan ciki ngebul menggunakan nitrogen cair non-food grade atau bukan untuk makanan. (Foto: Getty Images/iStockphoto/manustart)

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Penny K Lukito turut menanggapi terkait kasus ciki ngebul (cikibul) yang belakangan ini ramai diperbincangkan. Ia menyebut dalam kasus itu, BPOM mendapati sebagian besar nitrogen cair yang digunakan bukan untuk makanan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Penny saat rapat dengan pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI.

"Sebagian besar nitrogen cair yang digunakan pada cikibul adalah non-food grade, jadi harusnya menggunakan food grade," tuturnya, Rabu (15/2/2023).

Penny menjelaskan, kasus keracunan cikibul terjadi sejak bulan Juli, November, Desember 2022, hingga pada Januari 2023. Adapun peristiwa tersebut terjadi di sejumlah wilayah yang berbeda.

Berdasarkan data BPOM, total pedagang cikibul ditemukan sebanyak 140 yang tersebar di 26 provinsi. Peredaran cikibul terbanyak di wilayah Jawa Timur 18 pedagang, Jawa Barat 14 pedagang, dan Kalimantan Selatan 12 pedagang.

"Adanya kasus keracunan konsumsi makanan cikibul, pada Juli 2022, November, 21 Desember, 1 Januari, 10 Januari, di beberapa tempat yang berbeda, Badan POM telah berinisiatif segera melakukan rapat koordinasi untuk pengawasan jajanan cikibul," tutur Penny.

Selain itu, Penny juga menyebut pedagang cikibul tak memastikan nitrogen cair yang digunakan sudah tak tersisa sebelum disajikan. Mereka juga tak mencantumkan bahaya nitrogen sebagai informasi ke konsumen.

Sebagai langkah antisipasi, BPOM mendukung Kementerian Kesehatan RI melarang penggunaan LN2 (nitrogen cair) pada pangan jajanan di pusat keramaian rakyat, kios kecil, dan lainnya. Industri LN2 juga menghentikan sementara distribusi LN2 ini ke sarana pangan sampai terpenuhi standar LN2 yang food grade terpenuhi.

"Sebagian besar penjaja makanan utamanya di pusat keramaian rakyat atau makanan dipinggir jalan tidak menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik, khususnya aspek higienitas sanitasinya. Penjaja cikibul juga tidak gunakan alat pelindung dirinya karena ini kategorinya adalah bahan kimia toksik," kata Penny.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "BPOM Wanti-wanti Banyak Jajanan Cikibul Pakai Nitrogen Cair Non-Food Grade"