Hagia Sophia

10 July 2023

Pria Ini Miliki 550 Anak Tersebar di Seluruh Dunia Akibat Sering Donor Sperma

Cerita donor sperma yang punya 550 anak di seluruh dunia. (Foto ilustrasi: iStock)

Seorang pria di Belanda mengaku memiliki 550 anak di seluruh dunia melalui donor sperma. Akibatnya, ia dituntut secara hukum karena meningkatkan risiko inses yang tidak sengaja.

Diketahui pria bernama Jonathan Jacob Meijer (41) adalah seorang donor sperma yang rutin menyumbang ke berbagai klinik di sejumlah negara. Meijer mendonorkan spermanya ke setidaknya 13 klinik, termasuk 11 di Belanda.

Namun, di Belanda dimasukkan ke dalam daftar hitam pada tahun 2017. Hal ini terjadi karena ia menjadi ayah dari 102 anak hasil dari sperma yang didonorkannya.

Berdasarkan aturan di Belanda, seorang pria donor sperma tidak diperbolehkan menjadi ayah lebih dari 25 anak atau menghamili lebih dari 12 wanita. Aturan tersebut dimaksudkan untuk mencegah perkawinan sedarah, inses, atau masalah psikologis bagi pasangan mengetahui bahwa mereka ternyata saudara kandung dari bapak yang sama.

Saat ini, Meijer tinggal di Kenya. Meski sudah masuk ke dalam daftar hitam di Belanda, ia tetap menyumbangkan spermanya di beberapa negara termasuk di Denmark dan Ukraina.

Yayasan DonorKind yang berbasis di Belanda mengatakan bahwa Meijer berbohong tentang jumlah anak yang dia miliki.

"Kami mengambil tindakan terhadap pria ini karena pemerintah tidak melakukan apa-apa," kata Ketua DonorKind Ties van der Meer yang dikutip dari NYPost, Minggu (9/4/2023).

"Dia memiliki jangkauan global melalui internet dan dia berbisnis dengan bank sperma internasional yang besar," tambahnya.

Salah satu gugatan hukum terhadap Meijer diajukan oleh seorang wanita Belanda, yang melahirkan salah satu anak dari Meijer pada tahun 2018.

"Jika saya tahu dia telah menjadi ayah dari lebih dari 100 anak, saya tidak akan pernah memilih donor ini," beber wanita yang disebutkan namanya sebagai Eva.

"Ketika saya memikirkan konsekuensi yang bisa terjadi pada anak saya, saya mual. Pergi ke pengadilan adalah satu-satunya cara untuk melindungi anak saya," lanjutnya,

Pengacara DonorKind Mark de Hek mengatakan gugatan ke pengadilan dimulai setelah sejumlah wanita berulang kali memohon Meijer untuk berhenti mendonorkan spermanya.

"Kami dan beberapa ibu telah mendekatinya. Mereka telah memintanya untuk berhenti, (tapi) dia menolak. Inilah mengapa tindakan hukum adalah satu-satunya pilihan untuk melindungi anak-anak," ungkap de Hek.

Dalam gugatannya, DonorKind akan meminta pengadilan untuk memerintahkan Meijer berhenti menyumbangkan spermanya sekaligus menghancurkan semua sperma yang disimpannya. Berdasarkan laporan Times of London, sperma dari Meijer juga sudah sampai ke sebuah keluarga di Australia.

Diketahui, pasangan suami istri di Australia itu membayar lebih dari 6.500 dollar AS atau sekitar 97 juta rupiah ke klinik fertilitas Denmark Cryos Internasional untuk mendapatkan sperma Meijer. Di klinik tersebut, Meijer memberikan spermanya menggunakan nama samaran yakni Ruud.

Pasangan tersebut hanya diberitahu bahwa sperma yang didapatnya itu telah memenuhi aturan di Australia, yakni seorang donor hanya diperuntukkan untuk lima keluarga.

Terkait kasus ini, Meijer masih menolak untuk berkomentar kepada wartawan.

"Saya suka melihat ada anak-anak saya di seluruh dunia," pungkasnya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Terlalu Sering Donor Sperma, Pria Ini Punya 550 Anak di Seluruh Dunia"