Hagia Sophia

04 April 2024

Kasus DBD di Indonesia Belum Sampai Puncak, Warga Dihimbau Jangan Panik

Ilustrasi nyamuk penyebab DBD. (Foto: thinkstock)

Dalam beberapa waktu terakhir peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia tengah menjadi sorotan. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) dr Maxi Rein Rondonuwu menuturkan bahwa kenaikan kasus DBD belum sampai puncak.

Ia mengatakan kenaikan kasus akan terus berlanjut pada musim pancaroba ini.

"Hasil pantauan kami terus meningkat. Tapi, belum sampai titik maksimal. Nampaknya, potensi kenaikan masih akan terjadi, mungkin sampai musim pancaroba mendatang," kata dr Maxi dari keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (2/4/2024).

dr Maxi menuturkan hingga minggu ke-13, tercatat kasus DBD sudah mencapai 53.131 orang. Sedangkan kasus kematian akibat DBD di Indonesia sudah mencapai 404 orang.

Walaupun kasus DBD belum mencapai puncaknya, dr Maxi mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada. Ia menuturkan bahwa pada saat ini fasilitas kesehatan juga siap menerima pasien DBD.

"Untuk kondisi sekarang BOR (bed occupancy rate) masih aman. Masih ada bed kosong, ruang ICU juga masih tersedia," sambungnya.

Terkait kewaspadaan penyakit DBD di tengah masyarakat, dr Maxi mengimbau warga untuk bisa tetap terus menjaga kebersihan lingkungan rumah. Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk hingga penerapan 3M plus secara berkala juga harus dilakukan.

Terlebih apabila melihat kondisi cuaca saat ini yang cenderung lebih sering hujan.

"Mulai sekarang, cek kebersihan di rumah maupun lingkungan sekitar, jangan sampai ada barang-barang yang berpotensi menimbulkan genangan air," ujar Maxi.

"Kalau dibiarkan nanti bisa jadi tempat berkembang biak nyamuk dengue, bila menemukan sebaiknya segera dikuras, dikeringkan, atau ditutup bahkan bila perlu didaur ulang," tandasanya.

Berdasarkan data dari Kemenkes, Kota Bandung menjadi wilayah dengan jumlah kasus DBD terbanyak dengan 1.741 kasus. Selanjutnya disusul oleh Kota Kendari dengan 1.196 kasus, Bandung Barat dengan 1.143 kasus, Kota Bogor dengan 939 kasus, dan Subang dengan 909 kasus.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kenaikan Kasus DBD RI Diprediksi Belum sampai Puncak, Kemenkes Imbau Jangan Panik"