![]() |
| Foto: Ilustrasi usus (Getty Images/iStockphoto/Elena Nechaeva) |
Sistem pencernaan menghadapi berbagai tantangan setiap hari, mulai dari kurang minum air, mengonsumsi makanan berat dan berminyak, hingga minim aktivitas fisik. Kondisi tersebut dapat menyebabkan sendawa, kembung, gangguan pencernaan, rasa tidak nyaman pada perut, dan gas.
Selain melakukan perubahan gaya hidup, seperti berolahraga, sistem pencernaan juga dapat dijaga dengan memilih makanan yang tepat. Dikutip dari laman Times of India, menurut Dr Saurabh Sethi, dokter spesialis kesehatan usus yang mendapat pelatihan di Harvard dan Stanford, berikut tujuh makanan yang memiliki enzim pencernaan terbaik.
Berikut 7 makanan yang sehat untuk usus dan bagus untuk diet:
1. Alpukat
![]() |
| Alpukat Foto: Getty Images/pilipphoto |
Alpukat mengandung lipase dalam jumlah tinggi. Enzim ini membantu memecah trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol sehingga proses pencernaan lemak menjadi lebih mudah.
Kandungan seratnya juga menyehatkan mikrobiota usus dan mendukung kesehatan saluran pencernaan. Bukti yang berkembang menunjukkan bahwa kombinasi serat dan lemak tak jenuh tunggal dalam alpukat dapat mendukung fungsi usus sekaligus membantu mengurangi peradangan.
Dikutip dari laman Healthline, alpukat merupakan makanan bergizi yang bisa menjadi bagian dari rencana penurunan berat badan jika dikonsumsi dalam jumlah sedang. Sebanyak 100 g alpukat mengandung 9 g karbohidrat, dengan 7 g di antaranya merupakan serat.
2. Nanas
![]() |
| Ilustrasi nanas Foto: Getty Images/iStockphoto/ASMR |
Nanas mengandung bromelain, yaitu enzim yang membantu memecah protein menjadi peptida dan asam amino. Hal ini membuat nanas dapat membantu proses pencernaan makanan berat yang kaya protein, seperti daging, yang terkadang sulit dicerna.
Enzim tersebut juga memiliki efek menenangkan terhadap iritasi pada saluran pencernaan. Penelitian klinis menunjukkan bahwa suplemen bromelain dapat membantu meningkatkan efisiensi pencernaan dan mengurangi rasa tidak nyaman pada perut.
Secangkir atau sekitar 140 g nanas hanya mengandung 84 kalori dengan 1,26 g serat. Nanas bisa membantu merasa kenyang tanpa mengonsumsi banyak kalori. Namun, tetap konsumsi dalam jumlah sedang sebab kandungan gulanya cukup tinggi.
3. Pepaya
![]() |
| Pepaya Foto: Getty Images/Chatiyanon |
Pepaya kaya akan papain, yaitu enzim pemecah protein yang mirip dengan bromelain pada nanas. Enzim ini membantu memecah serat protein dalam daging, produk susu, dan kacang-kacangan sehingga pencernaan menjadi lebih mudah.
Papain juga membantu mencegah kembung atau gas yang kerap muncul setelah mengonsumsi makanan berat. Pengamatan klinis telah mengaitkan suplemen berbasis papain dengan berkurangnya masalah akibat sindrom iritasi usus besar, sembelit, dan perut kembung.
"Makanan terbaik untuk peradangan usus adalah pepaya," kata Dr Sethi.
Pepaya juga rendah kalori dan tinggi serat. Menurut pedoman MyPlate dari USDA (US Department of Agriculture), komponen nutrisi dari pepaya meliputi 68 kalori dan 2,7 g serat.
4. Kiwi
![]() |
| Kiwi Foto: Getty Images/iStockphoto |
Kiwi mengandung aktinidin, yaitu enzim yang membantu memecah protein menjadi peptida berukuran lebih kecil sehingga lebih mudah diserap tubuh. Karena itu, buah ini dapat menjadi pilihan bagi orang yang mengalami gangguan setelah mengonsumsi protein atau merasa kembung setelah makan.
Aktinidin juga membantu kerja saluran pencernaan dan meredakan rasa tidak nyaman pada lambung serta usus. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kiwi dapat membantu meredakan gangguan pencernaan dan menjaga kelancaran buang air besar. Satu porsi kiwi seberat 100 g mengandung 64 kalori dan 3 g serat.
5. Mangga
![]() |
| Mangga Foto: dikhy sasra |
Mangga mengandung banyak amilase, yaitu enzim yang mengubah karbohidrat menjadi gula seperti glukosa dan maltosa. Jumlah amilase meningkat ketika buah semakin matang sehingga mangga matang cenderung lebih mudah dicerna.
Enzim tersebut membantu memecah pati yang sering menyebabkan gas dan kembung. Mangga juga mengandung serat serta berbagai antioksidan yang mendukung kesehatan usus.
Mangga juga bisa membantu menurunkan berat badan. Secangkir mangga segar seberat 165 g mengandung kurang dari 100 kalori dan 2,6 g serat.
6. Pisang
![]() |
| Pisang Foto: Getty Images/bbostjan |
Pisang merupakan sumber enzim amilase dan glukosidase yang membantu mengubah pati menjadi gula yang lebih sederhana. Seiring buah matang, enzim tersebut menjadi lebih efektif sehingga pisang matang cenderung lebih mudah diterima oleh lambung.
Pisang juga mengandung serat dan senyawa prebiotik yang menjadi sumber makanan bagi bakteri di dalam usus.
Menurut Dr Sethi, pisang jauh lebih sehat saat masih agak hijau daripada ketika terlalu matang.
"Pisang kaya akan pati resisten, prebiotik yang memberi makan bakteri usus tanpa meningkatkan gula darah," katanya. Sebaliknya, saat pisang berubah menjadi cokelat dan lunak, sebagian besar pati diubah menjadi gula.
Jika dimasukkan sebagai bagian dari diet seimbang, pisang bisa membantu menurunkan berat badan. Pisang berukuran sedang mengandung 105 kalori dan 3,07 g serat.
7. Jahe
![]() |
| Ilustrasi jahe Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska |
Jahe dikenal dengan enzim pencernaannya, terutama amilase dan lipase. Enzim-enzim tersebut bekerja pada karbohidrat dan lemak sehingga memudahkan usus untuk memecahnya dan menyerap nutrisi.
Pada saat yang sama, jahe merelaksasi lapisan otot polos saluran pencernaan yang bisa meredakan mual dan gangguan pencernaan.
Jahe bisa mendukung penurunan berat badan dengan membantu tubuh merasa kenyang, mendukung stabilitas gula darah, sekaligus mengurangi peradangan dan stres oksidatif. Khasiat jahe tidak secara langsung mengatasi kelebihan berat badan, tetapi jahe bisa membantu mencegah kerusakan kardiovaskular dan efek samping lain dari kelebihan berat badan ketika seseorang berupaya menjaga berat badan tetap sehat.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Bagus buat Diet! Ini 7 Makanan Sehat untuk Usus versi Dokter Harvard"







