![]() |
| Foto: Ilustrasi batu ginjal (Getty Images/Sewcream) |
Batu ginjal kerap dikaitkan dengan nyeri hebat di bagian pinggang atau perut. Namun, tidak semua batu ginjal langsung terasa menyakitkan.
Dalam kondisi tertentu, batu dapat berada di dalam ginjal tanpa menimbulkan gejala apa pun. Meski demikian, bukan berarti batu ginjal yang tidak terasa sakit selalu aman untuk diabaikan.
Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang penyakit ini adalah batu ginjal pasti menyebabkan rasa sakit yang hebat.
Batu kecil bisa tetap berada di ginjal tanpa menimbulkan gejala dan bahkan dapat ditemukan secara tidak sengaja selama pemeriksaan USG atau pemeriksaan lainnya.
Dikutip dari laman Times of India, rasa sakit sering kali dimulai ketika batu bergerak ke ureter dan menghambat aliran urine. Nyeri klasik bisa dirasakan mulai dari sisi atau punggung dan menjalar ke perut bagian bawah atau selangkangan. Gejala seperti mual, muntah, darah dalam urine, dan rasa terbakar saat buang air kecil juga bisa terjadi.
Namun, konsultan senior spesialis ginjal Apollo Hospital, India, Dr Prashant C. Dheerendra mengingatkan bahwa tidak adanya rasa sakit bukan berarti batu tersebut tidak berbahaya. Batu yang menghambat aliran urine bisa merusak fungsi ginjal seiring waktu.
Gejala demam perlu mendapat perhatian. Demam yang terkait dengan obstruksi saluran kemih bisa mengindikasikan infeksi dan memerlukan pemeriksaan medis segera.
Satu Batu Bisa Meningkatkan Timbulnya Batu Lain
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) memperkirakan bahwa sekitar 11 persen laki-laki dan enam persen wanita akan mengalami batu ginjal sekali seumur hidup mereka.
Orang yang sudah pernah mengalami batu ginjal lebih mungkin mengalami batu ginjal lagi, terutama jika penyebab yang mendasarinya tetap tidak berubah. Asupan cairan yang rendah, riwayat keluarga, obesitas, hingga kondisi metabolik tertentu bisa berkontribusi pada risiko tersebut.
Bagi orang yang rentan terhadap batu ginjal, hidrasi adalah salah satu tindakan pencegahan yang paling penting. Minum cukup cairan akan membuat urine tetap encer dan membantu membersihkan mineral sebelum membentuk kristal.
Pola makan juga penting. Mengurangi kelebihan garam dan menghindari asupan protein hewani yang sangat tinggi bisa membantu, tergantung pada jenis batunya. Yang terpenting, seseorang tidak boleh menghilangkan kalsium dari makanan tanpa saran medis.
Pengobatan Bergantung pada Jenis Batu
NIDDK mencatat, penanganan batu ginjal disesuaikan dengan ukuran, lokasi, dan jenis batu.
"Tidak ada pengobatan universal untuk batu ginjal," kata Dr Dheerendra.
Beberapa batu berukuran kecil dapat keluar dengan sendirinya melalui urine dengan pemantauan dan pengendalian nyeri yang sesuai. Namun, beberapa kondisi memerlukan tindakan medis seperti ureteroskopi, ESWL, RIRS, atau PCNL, tergantung pada kasus masing-masing.
Pemeriksaan CT scan dapat memberikan gambaran mengenai ukuran dan lokasi batu secara lebih detail, sedangkan USG dapat mendeteksi banyak jenis batu tanpa menggunakan radiasi.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Batu Ginjal Tanpa Gejala, Mungkinkah Tetap Berbahaya?"
