Hagia Sophia

23 May 2026

Daniel Mananta Mau Maraton Sampai Umur 70

Daniel Mananta (Foto: detikHealth/Khadijah Nur Azizah)

Tren olahraga lari kini tengah menjamur di Indonesia. Sayangnya, tidak sedikit orang yang terjebak fenomena FOMO (Fear of Missing Out) atau sekadar ingin pamer performa di aplikasi Strava. Menanggapi fenomena ini, presenter kondang Daniel Mananta membagikan pandangan mendalam soal esensi olahraga yang sesungguhnya.

Memasuki usia 45 tahun, Daniel membuktikan bahwa konsistensi adalah kunci. Ia telah menekuni lari maraton sejak tahun 2016. Selama 10 tahun terakhir, ia secara konsisten menjaga rutinitasnya hingga bersiap melakoni maratonnya yang ke-14 di Cape Town, Afrika Selatan.

Awal Mula Pria Ini Kena Saraf Kejepit dan Membuat Hampir Lumpuh

Kisah pemuda di Tangerang kena saraf kejepit. (Foto: IG @charis_nicholas dengan izin yang bersangkutan)

Postingan Charis Nicholas Tanzil (26) soal perjalanannya menjalani perawatan saraf kejepit viral di media sosial Instagram. Lewat salah satu video yang diunggah, ia menceritakan selama bertahun-tahun harus berkutat menjalani perawatan saraf kejepit.

Nicholas menceritakan semuanya berawal di 2017 ketika ia pertama kali mengalami saraf kejepit hingga hampir lumpuh. Pria yang berdomisili di Tangerang, Banten ini menceritakan saraf kejepitnya terjadi ketika ia terjatuh di turnamen basket.

Wabah Ebola dan Hantavirus Membuat Dunia Masuk Masa 'Berbahaya'

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP)

Wabah Ebola di Afrika hingga hantavirus mematikan di kapal pesiar MV Hondius disebut menjadi sinyal dunia sedang memasuki masa yang 'berbahaya'. Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, saat membuka Sidang Majelis Kesehatan Dunia di Jenewa, Senin (18/5/2026).

Tedros menyoroti dua wabah yang kini menyita perhatian dunia, yakni Ebola di Republik Demokratik Kongo dan hantavirus Andes virus yang menyebar di kapal pesiar MV Hondius.

Lewat CKG Diketahui Jutaan Warga RI Kena Hipertensi, Ini Dampaknya

Ilustrasi (Foto: Getty Images/kali9)

Melalui hasil pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di awal tahun 2026, ditemukan setidaknya ada sekitar 7 juta orang dewasa usia 18-59 tahun mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi.

"7 juta yang tekanan darahnya di atas normal. Jadi ini yang kita sebut hipertensi dan pre-hipertensi. Supaya kita nggak hipertensi dan pre-hipertensi, kita membatasi konsumsi garam," kata Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, dr Maria Endang Sumiwi beberapa waktu lalu.

Belum Ada Obat dan Vaksinnya, Angka Kematian Akibat Ebola Bisa Capai 90 Persen

Foto: AP Photo/Jerome Delay

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara sekaligus eks Direktur Jenderal P2PL Kementerian Kesehatan RI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menyoroti keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan wabah Ebola sebagai darurat kesehatan masyarakat global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

Menurut Prof Tjandra, ada tiga alasan utama mengapa WHO akhirnya menetapkan status tersebut pada 17 Mei 2026.

Cara Bedakan Flek Hitam dan Gejala Kanker Kulit

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur)

Paparan sinar ultraviolet (UV) matahari tidak hanya membuat kulit menjadi kusam, tetapi juga bisa memicu munculnya berbagai bercak gelap. Masalahnya, banyak orang sering kali keliru dan tidak bisa membedakan antara sunspot (flek hitam akibat penuaan/matahari) dengan kanker kulit yang mematikan.

Meskipun keduanya sama-sama dipicu oleh kerusakan akibat sinar matahari dan sering muncul di area yang sama, prognosis dan penanganan kedua kondisi ini sangat jauh berbeda.

Kisah Pria yang Nyaris Lumpuh karena Saraf Kejepit

Pria Tangerang hampir lumpuh, gegara saraf kejepit. (Foto: IG @charis_nicholas dengan izin yang bersangkutan)

Viral di media sosial, seorang pria di Tangerang, Banten menceritakan kisahnya mengalami masalah saraf kejepit hingga membuatnya nyaris nyaris lumpuh. Dalam video yang dibagikan, perjalanan panjang perawatan saraf kejepit sudah dilakukannya sejak 2017.

Selama periode 2018 hingga 2020, pria bernama Charis Nicholas Tanzil (26) itu harus menjalani beragam perawatan, seperti fisioterapi, terapi kretek, akupuntur, berenang, hingga urut. Namun, semua tindakan tersebut tidak juga membuatnya sembuh.