Hagia Sophia

17 August 2026

Apa yang Terjadi pada Otak Bila Duduk Terlalu Lama?

Foto: Getty Images/ThitareeSarmkasat

Biasanya, olahraga lebih sering dibicarakan dari sisi manfaatnya bagi tubuh, mulai dari memperkuat otot, menjaga kesehatan jantung, hingga meningkatkan energi. Padahal, aktif bergerak bukan hanya penting untuk menjaga kesehatan fisik. Otak juga mendapatkan manfaat dari aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin.

Sebaliknya, ketika seseorang berhenti berolahraga atau menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, dampaknya terhadap kesehatan otak dan kondisi emosional dapat muncul dalam waktu relatif singkat. Masalahnya, seseorang mungkin tidak menyadari bahwa kebiasaan hidup yang minim aktivitas tersebut turut berperan terhadap kondisi tersebut.

Apa yang Terjadi pada Otak saat Tubuh Kurang Bergerak?

Dikutip dari laman Real Simple, spesialis geriatri sekaligus wakil direktur Center for Memory Loss and Brain Health di Hackensack University Medical Center, Manisha Parulekar, MD, mengatakan, ketika seseorang menghabiskan sebagian besar waktu di luar jam tidur dengan duduk dan bersantai, otak bisa mengalami penurunan aliran darah. Padahal, aliran darah yang optimal dibutuhkan untuk memasok oksigen dan nutrisi penting yang menunjang fungsi otak.

Hal ini pada gilirannya dapat menyebabkan penurunan produksi zat kimia otak penting yang mengatur suasana hati, seperti serotonin dan dopamin.

Dampak Jangka Pendek

Dampak langsung dari kurang aktif biasanya tidak terlalu terlihat dan lebih terasa dari perubahan kondisi tubuh.

Menurut Parulekar, meskipun beristirahat seharian tanpa aktivitas fisik terkadang terasa menyegarkan dan memang dibutuhkan tubuh, kondisi tersebut tidak memberikan dorongan dopamin dan endorfin yang biasanya muncul setelah melakukan aktivitas fisik.

"Terkadang satu hari bersantai itu terasa menyegarkan, tetapi dalam banyak kasus, hal itu membuat orang merasa lesu dan kekurangan energi," katanya.

Setelah seharian bermalas-malasan, seseorang mungkin merasa lebih lesu, kurang termotivasi, atau lebih mudah tersinggung. Kemungkinan orang tersebut juga merasakan kesulitan berkonsentrasi pada tugas yang dikerjakan. Biasanya, efek ini bersifat sementara dan sering kali membaik setelah kembali beraktivitas.

Dampak Jangka Panjang

Ketika duduk dan minim aktivitas fisik sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, dampaknya terhadap otak dapat menjadi sangat signifikan, termasuk memengaruhi kemampuan mengingat.

Ahli neurologi David Perlmutter, MD mengatakan, hubungan antara kurangnya aktivitas fisik dengan kesehatan otak semakin didukung oleh penelitian.

"Kurangnya aktivitas fisik dikaitkan dengan peningkatan risiko penurunan kognitif dan demensia, dan banyak jalur yang membantu menjelaskan hubungan tersebut bersifat metabolik dan inflamasi," katanya.

Salah satu aspek yang menjadi perhatiannya dalam penelitian adalah pengaruh aktivitas fisik terhadap mikroglia, yaitu sel kekebalan yang berada di dalam otak. Menurut Dr Perlmutter, mikroglia berperan sebagai pelindung otak dengan terus memantau kondisi di sekitarnya dan merespons berbagai ancaman.

"Perilaku mereka terkait erat dengan keadaan metabolisme mereka, yang berarti fungsi mitokondria mereka. Lingkungan metabolisme yang lebih sehat membantu sel-sel ini menjalankan peran pelindungnya dengan tepat, sementara disfungsi metabolisme kronis berkontribusi pada keadaan peradangan yang lebih parah," tambahnya.

Kebiasaan hidup kurang gerak dalam jangka panjang juga bisa memengaruhi kesehatan mental dengan cara yang lebih serius. Menurut Dr Parulekar, gaya hidup ini dikaitkan dengan kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami kondisi kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan.

Di sisi lain, pada penelitian tahun 2022 yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine, lebih banyak bergerak terbukti mendukung kesehatan mental dengan mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Meski olahraga tidak berarti menggantikan penanganan kesehatan mental oleh profesional, lebih banyak bergerak bisa menjadi salah satu cara untuk membantu memperbaiki suasana hati dan mendukung kesejahteraan emosional.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Terlalu Lama Duduk, Otak Bisa Terdampak"