Hagia Sophia

11 August 2026

Mourinho Buka Suara Terkait Konflik dengan Casillas

Mourinho (kiri) dan Casillas pada 2011 silam, sebelum konflik antara keduanya memanas. Foto: Jasper Juinen/Getty Images

José Mourinho buka suara terkait perselisihan dengan Iker Casillas pada periode pertamanya melatih Real Madrid. Ada sikap dari sang kiper yang tak disukai olehnya.

Mourinho menyumbang gelar LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol pada dua tahun pertama melatih Madrid pada 2010-2012. Namun pada musim berikutnya, tepatnya pada musim 2012-13, El Real gagal meraih trofi.

Mereka kalah di final Copa del Rey dari Atlético Madrid dan finis kedua di LaLiga dengan selisih 15 poin dari Barcelona yang menjadi juara. Tak cuma itu, Casillas kehilangan posisinya sebagai kiper utama Madrid di pertengahan musim.

Konflik keduanya memanas dan turut memecah ruang ganti Madrid. Banyak bintang Madrid yang berada di sisi San Iker, seperti Sergio Ramos dan Cristiano Ronaldo.

"Hubungan saya dan Jose sangat dingin. Pada saat itu, saya benar-benar berpikir hubungan kami mencapai titik di mana pada akhirnya, tali itu putus," ujar Casillas dalam dokumenter terkait Mourinho yang tayang di Netflix, dikutip BBC.

Hal itu diamini oleh Sami Khedira, yang memperkuat Madrid pada 2010-2015. "Iker adalah legenda Real Madrid yang dicintai oleh setiap pendukung Real Madrid. Dia (Mourinho) mencadangkannya, tidak berbicara dengannya, dan menjelek-jelekkannya di media; jadi, jujur saja, situasi di ruang ganti saat itu benar-benar kacau," ujarnya.

"Setelah itu, hubungan antara Jose dan banyak pemain menjadi rusak, seperti dengan Cristiano (Ronaldo) serta para pemain Spanyol, Casillas dan Sergio Ramos. Padahal, pemain-pemain itu sangatlah penting bagi suasana di ruang ganti," tegas eks gelandang asal Jerman tersebut.

Mourinho punya pembelaan terkait keputusannya saat itu. Menurutnya, Casillas dan sejumlah pemain Madrid lain banyak menuntut ini itu.

"Dalam tiga kesempatan pertama saya berbicara dengan Casillas, sang kapten, hal pertama yang ia sampaikan adalah, 'Saya ingin meminta tambahan waktu libur bagi para pemain tim nasional'," ujar Mourinho.

"Kali kedua ia berbicara kepada saya, ia berkata, 'Saya ingin meminta agar sesi latihan dimundurkan satu jam karena pada jam yang Anda tentukan, lalu lintas di Madrid sangat padat'."

"Saat ketiga kalinya ia datang menemui saya, ia berkata, 'Kami tidak ingin menginap di hotel. Kami lebih memilih untuk berkumpul pada hari pertandingan saja dan langsung menuju stadion untuk bertanding'. Tak butuh waktu lama, saya pun menyadari bahwa mereka itu manja," tegasnya.

Perselisihan Casillas dan Mourinho juga dipicu oleh sikap sang pelatih terhadap Barcelona saat itu. Rivalitas kedua tim memang panas sejak lama, namun sangat mendidih selama Madrid dilatih Mourinho.

Casillas punya kepentingan menjaga keharmonisan dengan sejumlah pilar Barcelona karena mereka adalah rekan setimnya di Timnas Spanyol. La Furia Roja sedang dalam era keemasan usai memenangi dua Piala Eropa dan satu Piala Dunia.

Namun bagi Mourinho, itu merupakan sikap tidak hormat. "Ada hal-hal yang tak bisa saya terima dan tak akan pernah saya terima, dan ketika seseorang tak menghormati saya, itu adalah masalah," ia menambahkan.

"Saya bilang, ini Barcelona, Real Madrid. Ketika Anda sedang membela tim nasional, silakan cium mereka, tapi tidak sekarang (saat memperkuat klub). Ini perang," tegas Mourinho.

Mourinho lalu pergi pada 2013 dan digantikan oleh Carlo Ancelotti. Casillas bertahan sampai 2015 lalu pindah ke Porto. Mourinho kini kembali ditunjuk menjadi pelatih Real Madrid. Usai dua musim tanpa trofi mayor, kehadiran pria 63 tahun itu diharapkan bisa memutus dahaga gelar.

























Artikel ini telah tayang di sport.detik.com dengan judul "Mourinho Ungkap Konflik dengan Casillas, Sebut Sang Kiper Anak Manja"